Jakarta, Bimas Islam --- Pada Kelas Intensif Literasi Zakat dan Wakaf Bagi Penyuluh Agama Islam (PAI) sesi-5 hari ini (01/09) mengangkat tema Teknik Bimbingan dan Konsultasi Zakat dan Wakaf, dengan menghadirkan narasumber Direktur Kemitraan dan Pengembangan Yayasan Edukasi Wakaf Indonesia Roy Renwarin.
Pada Kelas Intensif Literasi yang digelar Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Ditjen Bimas Islam, Roy menuturkan bahwa teknik bimbingan dan konsultasi zakat dan wakaf berisikan beberapa hal seperti bagaimana persiapan dasar dalm menjawab tantangan perwakafan, bagaimana membangkitkan minat masyarakat untuk berwakaf, lalu proses berwakaf yang sederhana yang dapat diaplikasikan serta bagaimana mobilisasi wakaf dengan penyuluh agama sebagai waqfraiser.
“Dalam melalukan pembimbingan harus ada pihak yang berminat untuk dibimbing. Untuk itu Penyuluh Agama harus mencoba menarik minat orang untuk berwakaf,” ujarnya.
Roy mencontohkan, Penyuluh dapat membuat kuisioner online mengenai wakaf yang dapat diisi oleh calon wakif. Respon yang didapatkan dari kuisioner tersebut dapat memancing diskusi serta membangkitkan minat untuk mencari tahu lebih banyak mengenai wakaf.
“Tujuan pada tahapan konsultatif wakaf ini, Roy menambahkan, terjadinya partisipasi untuk berwakaf sebagai wakif. Salah satunya adalah melalui wakaf uang. Pada wakaf uang tidak ada batas minimal untuk berwakaf, tidak bisa dibatalkan karena ada dokumen legal akta ikrar wakaf uang, pokok uang harus utuh, serta non muslim sekalipun bisa berwakaf.
“Dampak lain berwakaf uang adalah turut memperkuat pemodalan syariah dan menggerakkan ekonomi syariah. Hal tersebut akan memperkuat kesejahteraan umat dan kemandirian bangsa,” tegasnya.
Materi selengkapnya dapat diunduh di: https://bimasislam.kemenag.go.id/materiliterasi/literasipenyuluh/sesi-5.html, dan Kelas Intensif Literasi Zakat dan Wakaf bagi Penyuluh Agama Islam dapat disaksikan ulang melalui Youtube Channel Bimas Islam TV. Sesi berikutnya akan mengupas tema Implementasi Program Zakat dan Wakaf dalam SDG’s pada hari Kamis, tanggal 3 September 2020.
(Sinta Khairunnisa Nov Afni)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



