Jakarta, Bimas Islam --- Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LKK PBNU) dan Bimas Islam meluncurkan buku ‘Calon Pengantin dan HIV’. Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan buku ini merupakan langkah nyata bersama antara pemerintah dan komponen masyarakat untuk mencegah penularan HIV-AIDS di masyarakat.
“Buku ini merupakan upaya antara pemerintah dan komponen masyarakat yang diwakilkan LKK PBNU untuk mencegah penularan HIV-AIDS di masyarakat melalui edukasi kepada calon pengantin,” katanya saat memberikan sambutan di peluncuran buku ‘Calon Pengantin dan HIV’ via zoom, Rabu (27/01).
Dirjen mengatakan kehadiran buku ini akan sangat membantu para penghulu dan penyuluh dalam menyampaikan informasi seputar HIV AIDS yang benar dan valid untuk mencerahkan masyarakat.
“Buku ini dapat menjadi bacaan penambah wawasan penghulu dan penyuluh dalam melakukan edukasi serta memberikan informasi terkait HIV kepada catin. Informasi tersebut mencakup pencegahan, perawatan dan pengobatan HIV-AIDS,” ujarnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Syuriah PWNU Sulawesi Selatan itu menjelaskan, tidak hanya bagi catin, informasi tentang HIV juga berguna bagi ibu rumah tangga di masa nikah. Hal itu mengingat banyak ditemukan kasus penularan HIV terhadap ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak pernah punya riwayat hubungan seksual berisiko.
“Melalui penghulu dan penyuluh, Kementerian Agama perlu mengedukasi pasangan catin dan masyarakat tentang bahaya HIV AIDS,” tuturnya.
Dirjen juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim penyusun atas jerih payahnya dalam menyusun buku ini.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas jerih payah tim dalam menyusun buku ini. Semoga kehadiran buku saku ini bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat umum, serta memberi kontribusi nyata bagi pencegahan HIV-AIDS di Indonesia,” pungkas Dirjen.
(tommy/sigit)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



