Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Muhammad Fuad Nasar menghadiri rapat Kelas Literasi Wakaf angkatan pertama secara daring yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Provinsi Kepulangan Bangka Belitung. Diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari Nazir, BWI se-Pulau Bangka dan para utusan dari Kemenag Kabupaten/Kota. Adapun para peserta tersebut hadir di Grand Vella Hotel Bangka Tengah, Kamis (06/08).
Pada kesempatan tersebut, Fuad Nasar menyampaikan tiga hal utama yang bisa menjadikan Wakaf sebagai Lifestyle dan strategi penerapannya, yaitu: Pertama, perlunya peningkatan literasi pemahaman dasar, lanjutan dan literasi mengenai wakaf. Karena menurut hasil publikasi Kementerian Agama pada indeks literasi wakaf bahwa masyarakat Provinsi Bangka Belitung masih dalam kategori rendah dalam pemahaman mengenai wakaf. Sehingga program-program sosialisasi dan edukasi perlu terus ditingkatkan.
"Oleh karena itu Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf telah mengadakan kelas literasi secara daring, dan kelas khusus bagi para penyuluh PNS dan Non PNS melalui program e-Learning. Harapannya program tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai wakaf dan meningkatkan pengumpulan wakaf," lanjut Fuad Nasar.
Kedua, perlunya membangun kemitraan dan kerja sama wakaf produktif pada level nasional dan internasional. Saat ini Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf tengah menjalin kerja sama dengan kementerian dan lembaga seperti kementerian pertanian, kementerian perikanan dan kelautan, BAPPENAS, Kementerian Koordinator Perekonomian dalam pemanfaatan lahan wakaf sehingga bisa diproduktifkan oleh para nazhir.
"Saat ini juga Badan Wakaf Indonesia telah bekerja sama dengan pihak lembaga internasional seperti UNDP, Blockchain Fintera, Islamic Development Bank," tambah Fuad Nasar.
Ketiga, perlunya memfasilitasi ekosistem digital dalam pengelolaan wakaf. Terutama aspek pendataan harta benda wakaf seperti tanah, uang dan isu-isu wakaf kontemporer seperti wakaf asuransi, wakaf saham, wakaf hak cipta digital dan lainnya.
"Selain itu pengunaan pengumpulan wakaf melalui platform online dan optimalisasi melalui kanal media sosial seperti facebook, youtube, twitter, dan instagram," tandas Fuad Nasar.
(iqbal fadli muhammad/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



