Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pegawai dari Ditjen Bimas Islam, Unit Pelaksana Teknis (UPQ), Sekretariat BAZNAS, Biro Kepegawaian Setjen, dan BKN.
Dalam upaya meningkatkan kompetensi teknis pegawai di era digital, Direktorat Kinerja BKN menjadi narasumber utama dalam acara tersebut. Menurut Ketua Tim Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum, Andi Hukmah R, tujuan acara ini adalah untuk mengakselerasi proses digitalisasi pengelolaan kinerja para pegawai.
"Dengan adanya digitalisasi ini, kami berharap efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan kinerja dapat meningkat," ungkap Andi Hukmah R.
Penting untuk dicatat bahwa semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama wajib mengelola kinerjanya melalui aplikasi E-Kinerja BKN. Batas waktu penilaian kinerja tahunan 2023 telah ditetapkan pada tanggal 15 Januari 2024.
Andi Hukmah R menegaskan perubahan mendasar dalam proses penilaian kinerja, bahwa ke depan, penilaian tersebut tidak lagi bergantung pada manual Ms. Excel, melainkan menggunakan E-Kinerja dengan menyertakan bukti dukung kinerja dalam bentuk softcopy.
Acara ini menjadi langkah strategis dalam membangun landasan digitalisasi di lingkungan Ditjen Bimas Islam dan instansi terkait. Dengan fokus pada peningkatan kompetensi teknis, diharapkan pegawai dapat dengan cepat beradaptasi dengan tuntutan perubahan teknologi.
Seiring berjalannya waktu, perubahan ini diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap efisiensi dan transparansi pengelolaan kinerja di sektor kepegawaian Kementerian Agama.
Ta'riman/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



