Kegiatan yang mengusung tema Transformasi Bimas Islam, Fondasi Pembangunan Nasional Berkelanjutan itu mengevaluasi capaian kinerja 2023 sekaligus target program 2024.
“Selain membahas evaluasi kinerja 2023 dan target program 2024, ada beberapa fokus yang akan dibahas pada Rakernas kali ini,” papar Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dalam laporannya.
Kamaruddin mengatakan, fokus pertama adalah memperkuat komitmen penuntasan 14 Pakta Integritas Ditjen Bimas Islam. "Pakta Integritas itu merupakan landasan pacu dari tujuh program outlook hasil Rakernas Kemenag 2024 yang digelar pada 5-7 Februari lalu di Semarang,” paparnya.
Tujuh program outlook itu adalah Ekosistem Moderasi Beragama yang Ekspansif, Meneguhkan Politik Kebangsaan, Memenangkan Pertarungan Digital, Menyajikan Layanan Keagamaan yang Premium dan Terjangkau, Mengusung Layanan Pendidikan Yang Inovatif Dan Transformatif, Smart ASN Menjawab Kebutuhan Era Digital, dan Mengoptimalkan Dana Umat Untuk Pengentasan dan Pemberdayaan.
“Dari tujuh program outlook tersebut, hampir semuanya menjadi landasan 14 Pakta Integritas Ditjen Bimas Islam dan kami komitmen menuntaskannya dalam rentang delapan bulan efektif, yakni sebelum Oktober,” tegas Dirjen.
Menurut Kamaruddin, tahun ini merupakan tahap akhir dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Pada saat yang bersamaan, RPJMN 2020-2024 juga memasuki tahapan terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. "RPJMN 2020-2024 akan memengaruhi pencapaian target pembangunan dalam RPJPN,” imbuhnya.
“Itu artinya, tahun 2024 ini adalah penuntasan akhir berbagai program prioritas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas khususnya di Ditjen Bimas Islam yang lebih melibatkan unsur masyarakat dan lebih dirasakan langsung kebermanfaatannya oleh masyarakat,” pungkas Dirjen.
Acara yang dibuka langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu dihadiri Inspektorat Jenderal Faisal Ali Hasyim, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Zainal Mustamin, Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Waryono Abdul Ghafur, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Adib, serta Staf Khusus, Staf Ahli, dan Tenaga Ahli Menteri Agama.
An/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



