Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Dedi Slamet Riyadi, Kasubdit Bina Kelembagaan KUA Wildan Hasan Syadzili, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Agus Suryo Suripto, Kasubdit Penyuluh Agama Islam Amirullah, serta Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Muhibuddin.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu UIN Walisongo, Anthin Lathifah, mengungkapkan, kedatangan dosen dan mahasiswa tersebut merupakan salah satu dari rangkaian study tour.
"Kita diterima dengan baik di sini. Ditjen Bimas Islam ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik, Dedi Slamet Riyadi menjelaskan, Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah memiliki sejumlah program unggulan seperti Masjid Ramah dan Digitalisasi Buku Keislaman.
"Kita memiliki program Masjid Ramah, Deteksi Dini Penanganan Konflik, penentuan Hisab Rukyat untuk penentuan awal bulan Ramadan dan Syawal, hingga digitalisasi buku keislaman untuk menjawab kebutuhan buku-buku masyarakat dalam format digital," ujarnya.
"Program ini dapat disinergikan dengan berbagai pihak, termasuk kampus UIN Walisongo Semarang," tambahnya.
Sementara itu, Kasubdit Bina Kelembagaan KUA, Wildan Hasan Syadzili, mendorong mahasiswa untuk melaksanakan praktik lapangan di Kantor Urusan Agama Islam di daerah. "Silakan KUA dijadikan tempat praktik lapangan, agar mahasiswa tidak berada di menara gading. Datanglah ke KUA," ujarnya.
Amirullah, mewakili Direktorat Penerangan Agama Islam, mengajak mahasiswa yang telah menamatkan pendidikan untuk menjadi penyuluh dengan kriteria kapasitas yang mumpuni dan komitmen kebangsaan yang jelas. "Untuk menjadi penyuluh, harus punya wawasan yang memadai dan semangat kebangsaan yang jelas," terangnya.
Ia menambahkan, selain Subdit Penyuluh Agama Islam, Direktorat Penerangan Agama Islam juga memliki Subdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Alquran dan Alhadits, Subdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam, Subdit Dakwah dan Hari Besar Islam, serta Subdit Kemitraan Umat Islam.
Sementara itu, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Agus Suryo Suripto, memberi motivasi kepada mahasiswa untuk membangun kepercayaan diri di tengah perkembangan zaman.
"Selain memiliki metodologi dan penalaran yang kuat, lulusan UIN harus memiliki kesiapan dan rasa percaya diri untuk menghadapi tantangan zaman," ungkapnya.
Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Muhibuddin menyampaikan, pihaknya memiliki berapa program yang mengacu pada pengembangan ekonomi umat.
Muhibuddin juga berpesan kepada mahasiswa UIN Walisongo Semarang yg untuk melakukan kegiatan praktik lapangan di BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Jawa Tengah. "Kita punya BAZNAS dan LAZ yang juga bisa digunakan untuk belajar mahasiswa," ujarnya.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan cenderamata UIN Walisongo Semarang plakat kepada Ditjen Bimas Islam.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



