Pangkalpinang, Bimas Islam --- Wapres KH. Ma'ruf Amin secara resmi membuka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 di Ballroom Novotel Bangka and Convention Center, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Rabu (26/2/20) malam. Dalam sambutannya di hadapan 2500 undangan, Ma'ruf menyinggung sebab tertolaknya faham khilafah.
"Kenapa khilafah ditolak? Bukan ditolak tapi tertolak. Tertolak artinya tidak masuk karena kita punya kesepakatan nasional. Kesepakatan kita Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Ma'ruf di tengah-tengah sambutannya.
Dalam konteks bangsa Indonesia, lanjut Ma'ruf, tidak dibenarkan membawa paham yang bertentangan dengan kesepakatan nasional. Hal ini dikhawatirkan menimbulkan gesekan diantara sesama anak bangsa.
"Kita terikat semua dengan kesepakatan nasional. Tidak boleh membawa model negara yang tidak sesuai dengan NKRI, termasuk khilafah," tambahnya.
Guna mewujudkan tujuan KUII-VII untuk mendukung terwujudnya negara yang maju, adil, dan beradab, Ma'ruf menegaskan bahwa jalannya adalah dengan mengamalkan Al-Qur'an dan nilai-nilai dalam pancasila serta undang-undang dasar.
"Untuk menjaga, merawat dan memastikan arah bangsa ini sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur'an yang tertuang dalam nilai Pancasila dan UUD 1945," tambahnya.
Ma'ruf juga berharap agar ummat Islam Indonesia kembali merebut predikat khairu ummah (ummat terbaik) yang mengambil peran besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
(pb/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



