Jakarta, Bimas Islam -- Instruktur Nasional Fasilitator Bimbingan Perkawinan (Bimwin), Sugeng Widodo, menekankan pentingnya implementasi modul Bimwin dan kreativitas fasilitator untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Widodo menjelaskan, modul Bimwin dirancang dengan tujuan tidak hanya untuk memberi pengetahuan, tetapi juga membekali calon pengantin dengan keterampilan dan perubahan sikap yang diperlukan untuk membangun keluarga yang bahagia dan langgeng.
"Oleh karena itu, para fasilitator harus menyampingkan prespektif pribadi dan mengikuti arahan modul dengan seksama. Gunakanlah metode-metode yang ada di modul Bimwin dan jaga disiplin serta kreativitas dalam proses fasilitasi," ujarnya kepada wartawan di sela kegiatan Bimtek Fasilitator Bimwin Angkatan II di Jakarta, Rabu (17/7/2024).
Widodo menambahkan, fasilitator yang profesional perlu memiliki jam terbang yang tinggi, dan hal tersebut dapat diperoleh dengan implementasi modul Bimwin.
"Modul Bimwin memuat materi-materi penting seperti membangun keluarga sakinah, psikologi keluarga, memenuhi kebutuhan keluarga, menjaga kesehatan reproduksi keluarga, dan menyiapkan generasi berkualitas. Pemahaman yang mendalam terhadap materi-materi ini sangat penting bagi para fasilitator untuk memberi motivasi dan arahan yang tepat kepada calon pengantin," terangnya.
Widodo mengajak seluruh fasilitator Bimwin di Indonesia untuk berkomitmen dalam mengikuti modul Bimwin dan menerapkannya dengan disiplin. "Dengan demikian, kita dapat berkontribusi dalam mewujudkan keluarga-keluarga sakinah di Indonesia," pungkasnya.
Materi yang dimuat dalam modul Bimwin meliputi cara membangun keluarga sakinah, psikologi keluarga, memenuhi kebutuhan keluarga, menjaga kesehatan reproduksi keluarga, dan menyiapkan generasi berkualitas.
Msk/Mr



