Jakarta, Bimas Islam -- Pemerintah Austria menunjukkan minat besar terhadap model dialog antaragama yang dikembangkan di Indonesia. Karenanya, mereka mengunjungi Kampung Moderasi Beragama (KMB) di Bandung Wetan, Jawa Barat, pada Selasa (9/7/2024). Kunjungan tersebut juga menjadi langkah penting dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarnegara.
Kasubdit Penyuluh Agama Islam, Kementerian Agama, Amirullah mengatakan, delegasi Austria tertarik terhadap cara Indonesia mengelola keberagaman melalui dialog antaragama melalui konsep moderasi beragama.
“Mereka tertarik dengan bagaimana di Indonesia, dialog antaragama dibangun dan menjadi model untuk membangun multikulturalisme dengan mengelola perbedaan dengan baik,” ujar Amir kepada wartawan, Kamis (10/7/2024).
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Austria mendapat kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan warga KMB Bandung Wetan. Mereka menyaksikan cerita-cerita terkait dialog antarumat beragama diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kegiatan keagamaan hingga aktivitas sosial.
Amir mengungkapkan, kunjungan ini merupakan bentuk ketertarikan dari negara lain terhadap upaya Indonesia mempromosikan moderasi beragama. "Kita bangga bahwa model kita diakui dan menarik perhatian dunia internasional. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus mengembangkan dialog dan harmoni antarumat beragama," ungkap Amir.
Amir mengungkapkan, pemerintah Austria dan Indonesia akan menindaklanjuti kunjungan tersebut melalui program-program pertukaran. Ini akan membuka peluang bagi kedua negara untuk belajar lebih banyak tentang pendekatan masing-masing dalam mengelola keragaman agama.
Ia berharap, kunjungan tersebut dapat membawa dampak positif dalam hubungan bilateral kedua negara. Selain itu, juga menjadi contoh bagaimana moderasi beragama dapat dijadikan model bagi negara lain yang memiliki tantangan serupa dalam mengelola keragaman agama.
“Nanti, dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) ada tindak lanjut dengan pemerintah Austria terkait pertukaran delegasi sekitar tiga bulan. Nanti akan saling belajar lebih lanjut bagaimana masing-masing negara memanajemen hubungan antarumat beragama,” ucap Amir
Kunjungan ini juga melibatkan kerja sama antara Kemenlu dan Kemenag. Kemenlu berperan dalam memfasilitasi dialog internasional, sementara Kemenag memastikan bahwa nilai-nilai moderasi beragama diterapkan dan dikembangkan secara lokal.
Fn/Mr



