Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, menyampaikan kebanggaannya terhadap hasil positif yang telah dicapai di Desa Sulung. Untuk melanjutkan kesuksesan ini dan merangsang program serupa di Kampung Zakat lainnya, Kemenag mempersiapkan Project Manajemen Unit (PMU). PMU akan bertanggung jawab untuk mengevaluasi realisasi program agar sesuai dengan visi Kemenag.
"Dalam upaya mengefektifkan program Kampung Zakat, baik yang sudah berjalan maupun yang dalam proses pembentukan, kami akan menyiapkan PMU untuk mengevaluasi program tersebut agar tetap sesuai dengan visi Kemenag," ungkap Waryono.
Keputusan untuk menyiapkan PMU ini didorong oleh hasil evaluasi terhadap program Kampung Zakat. Waryono menekankan pentingnya mengapresiasi kelebihan dan memperbaiki kekurangan untuk membuat program ini menjadi lebih optimal.
"Sudah ada evaluasi terhadap Kampung Zakat. Berdasarkan evaluasi kami, ada kebutuhan untuk meningkatkan penguasaan terkait pedoman dan indikator Kampung Zakat," tambahnya.
Waryono juga menyoroti pentingnya dukungan dari pihak kampus dalam menjalankan program Kampung Zakat. Dia menekankan, akademisi kampus dapat dilibatkan dalam penelitian dan pengabdian, sehingga program ini terus berkembang.
"Kita perlu melibatkan kampus dalam program Kampung Zakat ini. Dukungan dari akademisi kampus sangat diperlukan. Kapan pun perlu, kita harus memiliki kesepakatan bersama dengan LP3M dan melakukan penelitian bersama kampus untuk mempersiapkan pengembangan desain Kampung Zakat ke depan," paparnya.
Ketua Tim Pemberdayaan Zakat Kanwil Kemenag Kalbar, Emmy Jumartina, menuturkan bahwa Desa Sulung telah menjadi Kampung Zakat Terbaik Nasional setelah ditetapkan oleh Kemenag pada tahun 2018. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak.
"Apa yang terjadi di Desa Sulung, Sambas, Kalbar, merupakan inspirasi bagi banyak pihak. Kekompakan antara Pemerintah Kabupaten Sambas, Kemenag Sambas, BAZNAS Kabupaten Sambas, dan Kepala Desa Sulung mampu mengangkat Desa Sulung sebagai Kampung Zakat Terbaik Nasional," ujar Emmy Jumartina.
Audiensi mengenai Kampung Zakat dihadiri oleh eselon III pada Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf serta Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Kalbar dan Penelitian dari IAIN Pontianak.
Ba/Mr
*Fotografer: Lutfi
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



