Jakarta, Bimas Islam -- Desa Sulung, Sambas, Kalimantan Barat mengukir prestasi dalam menjalankan program Kampung Zakat selama lima tahun. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur mengatakan, Desa Sulung telah berhasil menjadi desa percontohan dalam pelaksanaan program Kampung Zakat. Ia pun meminta pembuatan profil dan indikator keberhasilannya.
"Desa Sulung menjadi Kampung Zakat yang berhasil. Mohon dibuat profil dan indikator keberhasilannya untuk menjadi rujukan Kampung Zakat di desa lain. Nanti akan dikomunikasikan kepada Pak Dirjen (Bimas Islam) dan Menteri (Kementerian Agama)," ujar Waryono dalam kunjungannya ke Desa Sulung, Jumat, (27/10/2023).
Waryono sangat mengapresiasi prestasi Desa Sulung dan meminta Kepala Desa serta pendamping Zakat Community Development BAZNAS untuk mencari desa-desa tetangga yang akan menjalankan program serupa. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan koordinasi secara online mengingat jarak yang harus ditempuh.
Desa Sulung telah berhasil mencapai kemandirian ekonomi melalui berbagai upaya, seperti pemberdayaan budidaya ternak yang menghasilkan ayam broiler dan ikan lele, serta budidaya tanaman kopi. Selain itu, desa ini aktif dalam bidang sosial, termasuk memiliki ambulans terapung, program tanggap Covid-19 pada tahun 2020, serta program lain yang berkaitan dengan dakwah dan pendidikan.
Kepala Desa Sulung, Ambar menjelaskan, sejak awal pelaksanaan Kampung Zakat, Desa Sulung selalu berkomitmen untuk bekerja sama dengan BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat lainnya. "Kami mendorong untuk istikamah bersama Kementerian Agama, BAZNAS, provinsi, Pemerintah Kabupaten Sambas, dan sejumlah Lembaga Amil Zakat untuk berkolaborasi," ungkap Ambar.
Selama kunjungan, Waryono didampingi Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat dan Wakaf, Andi Yasri bersama jajaran Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat dan Tim Lembaga Amil Zakat Kapal Munzalan juga turut hadir dalam acara tersebut.
Fn/Mr



