Dalam sambutannya, Wamenag menekankan bahwa Dev-X bukan hanya ekspo semata, melainkan sebuah momentum pertunjukan kinerja Kementerian Agama selama setahun terakhir. "Dev-X ini bukan sekadar ekspo, tapi pada hakikatnya bagaimana pengalaman dalam pengabdian dan bakti pada umat kita," ujar Saiful Rahmat Dasuki, Minggu malam (7/1).
Wamenag mengungkapkan, gelaran Dev-X tersebut juga merupakan penanda kultural baru bagi Kementerian Agama. Sebuah kultur keterbukaan yang penuh semangat untuk melakukan transformasi guna meningkatkan kinerja.
"Kementerian Agama bukan lagi diisi manusia tertutup yang tidak siap menyongsong langkah perubahan," tambahnya.
Dalam konteks transformasi digital, Wamenag menegaskan pentingnya melanjutkan digitalisasi layanan keagamaan. Ia menyambut baik perkembangan aplikasi layanan keagamaan seperti Pusaka. "Digitalisasi layanan Kemenag tidak bisa ditawar. Dunia sekarang penuh digitalisasi. Ini menandakan hidup kita penuh digital, termasuk dalam komunikasi untuk menjangkau umat," jelasnya.
Wamenag juga mengingatkan betapa pentingnya memberi ruang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) muda. Ia melihat ASN Kemenag di bawah usia 39 tahun sebagai tulang punggung Kementerian Agama di masa depan. "Kemenag harus memberi ruang pada ASN muda. Mereka akan menjadi tulang punggung bagi Kementerian Agama ke depan. Inovasi dan kolaborasi harus menjadi penanda ASN kita," tandasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh eselon I, II, dan III Kementerian Agama. Dev-X merupakan salah satu langkah Kementerian Agama dalam memperlihatkan keterbukaan, melakukan transformasi, dan memajukan peran ASN muda dalam birokrasi.
Ba/Mr
*Fotografer : Shandry F Nanere
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



