Padang, Bimas Islam --- Panitia Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) ke-28 di Sumatera Barat melakukan sejumlah inovasi dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. Inovasi pada MTQN ke-28 ini dilatarbelakangi adanya anjuran jaga jarak demi menahan laju penyebaran Covid-19.
"Kami berharap ada peningkatan kualitas. Kita menghadirkan beberapa inovasi pada penyelenggaraan MTQN ke-28, apalagi ini di tengah pandemi dimana kita harus menjaga jarak." kata Panitia MTQN ke-28, Ali Sibromalisi di Asrama Haji Padang, Kota Padang, Sumbar, Kamis (12/11/20) malam.
Inovasi yang dimaksud Ali berkaitan dengan mekanisme pengambilan maqro' yang dilakukan 16 jam sebelum pelaksanaan musabaqah. Semula, pengambilan maqro' dilakukan secara langsung dengan adanya pertemuan antara panitera dengan perwakilan Kafilah.
"Untuk pengambilan maqro' yang dilakukan 16 jam sebelum tampil seperti pada cabang Tilawah Anak-anak dan lainnya dilakukan secara daring. Biasanya dilakukan pertemuan atara panitera dan perwakilan Kafilah," lanjut Ali.
Selain pengambilan maqro' yang dilakukan secara daring, Panitia MTQN ke-28 juga menggunakan teknologi sidik jari saat daftar ulang. Sidik jari inilah yang akan digunakan sebagai bahan verifikasi saat peserta tampil saat bermusabaqah.
(pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



