Yogyakarta, Bimas Islam --- Bupati Gunungkudul, Badingah, beberapa waktu lalu menerima penghargaan Top 45 kategori inovasi 'Ayunda Si Menik Makan Sega Ceting' dari pemerintah pusat. Penghargaan itu diberikan karena keberhasilan pemerintah daerah Gunungkidul menekan praktik pernikahan dini dan stunting.
Penghargaan tersebut tidak lepas dari peran Kepala KUA Kecamatan Gendangsari Kabupaten Gunungkidul waktu itu Yosef Muniri.
Sebab, pada tahun 2013 atas inisiasinya dilakukan MoU dengan berbagai elemen instansi dan lembaga serta organisasi non pemerintah untuk menyelesaikan masalah sosial di Kecamatan Gendangsari.
"Salah satu yang dicarikan solusinya adalah mencegah pernikahan dini agar tercapai keluarga sakinah sesuai program Kementerian Agama," kata Kepala KUA Kecamatan Gendangsari, Muhammad Kamsun kepada bimasislam di Yogyakarta.
Kamsun menjelaskan, MoU berbagai elemen itu kemudian ditindaklanjuti dengan Deklarasi Dukuh dan pelaksanaan program 'Gendangsari Award' pada tahun 2014. Program tersebut memberikan penghargaan kepada desa yang nihil nikah dini tiap tahun hingga sekarang.
"MoU, Deklarasi dan Gedangsari Award adalah kerja bersama lintas instansi kecamatan atas peran dan inisiatif KUA saat itu. Kemudian ketiga kerja besar itu diberi nama/judul Ayunda Si Menik oleh Kepala Puskesmas Gedangsari 2 yang ikut lomba SINOVIK," ujar Kamsun.
Pada tahun 2017 Kamsun menciptakan lagu berjudul Ayunda si Menik (Ayo Tunda Usia Menikah). Atas izin Kamsun, judul lagu ini dijadikan judul inovasi SINOVIK oleh Puskesmas Gendangsari 2 untuk berkompetisi dalam program inovasi layanan publik di Kementerian PANRB. Puskesmas Gendangsari 2 berhasil memperoleh penghargaan Top 99.
"2019 Puskesmas kami ikut kompetisi SINOVIK lagi tapi dengan judul Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting, dan masuk Top 45 besar. Alhamdulillah program ini sudah dua kali memperoleh penghargaan pada gelaran inovasi layanan publik," ujar putera asal pulau Lombok ini sumringah.
Ayunda Si Menik merupakan program pencegahan pernikahan anak yang dilakukan melalui kampanye, penyuluhan, konsultasi yang diawali penandatanganan komitmen dukungan berbagai pihak. Tercatat Kecamatan Gendangsari menjadi penyumbang angka stanting tertinggi di Gunungkidul, dimana pada 2017 mencapai angka 37,41 persen. Angka ini melebihi standar yang ditetapkan oleh WHO 20 persen.
Lagu Ayunda Si Menik yang digubah Kamsun dapat dinikmati dalam bentuk CD dan media sosial Youtube. Videonya dapat ditonton pada link berikut ini: Ayunda Si Menik (Ayu Tunda Usia Menikah).
Kamsun berharap ke depan Kementerian Agama dapat ambil bagian dalam gelaran SINOVIK Kementerian PANRB yang dihelat setiap tahun. Kamsun meyakini dari 5.945 unit KUA di Indonesia pasti ada yang bisa berkompetisi dalam even inovasi layanan publik yang cukup bergengsi tersebut.
(a-zs/bimasislam)
(a-zs/bimasislam)



