Depok, Bimas Islam --- Ilmu falak saat ini menjadi cabang ilmu langka yang jarang diminati. Hal ini disebabkan banyak rumus yang harus dikuasai, serta praktik yang membutuhkan ketekunan, kecermatan, dan keinginan yang besar bagi yang mempelajarinya.
Demikian disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Agus Salim, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Hisab Rukyat, di Hotel Bumi Wiyata, Selasa (29/9).
Agus menjelaskan, subyek pembahasan tentang ilmu falak dalam ajaran Islam adalah matahari dan bulan. Perhatian terhadap dua benda langit itu membutuhkan ketelitian sehingga dapat menjadi dasar bagi penentuan waktu ibadah seperti waktu salat, puasa, dan arah kiblat.
Untuk itu, Agus mengatakan, Bimbingan Teknis di bidang falakiyah merupakan bagian untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi sumber daya manusia dalam perhitungan penentuan awal bulan kamariyah, waktu salat, arah kiblat dan gerhana, serta menguatkan kerukunan di antara warga Muslim.
"Kita perlu terus melakukan langkah-langkah penting untuk mewujudkan harmoni sosial semaksimal mungkin terkait hisab dan rukyat, sehingga dapat menunjang kerukunan nasional dalam wadah NKRI," katanya.
"Pengetahuan yang benar tentang ilmu hisab dan rukyat, akan melahirkan kesepakatan-kesepakatan di tengah umat Islam, yang pada akhirnya berdampak pula pada kerukunan nasional," pungkasnya.
Kegiatan Bimbingan Teknis Hisab Rukyat digelar selama dua hari 29 dan 30 September 2020. Kegiatan ini diikuti 40 orang peserta yang terdiri dari unsur Ormas Islam, pesantren, majelis taklim, praktisi hisab rukyat, dan pegawai Kementerian Agama.
(Bimasislam)



