Bogor, Bimas Islam --- Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama, Muharam Marzuki meminta para penghulu menginternalisasikan sifat kenabian pada diri masing-masing. Ini penting agar penghulu ketika bekerja dan memberikan pelayanan selalu dalam koridor hukum dan peraturan perundang-undangan.
Hal itu dikatakan Muharam di hadapan penghulu dalam kegiatan Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Usul Penetapan Angka Kredit Penghulu di Jawa Barat, Selasa (28/7) di Hotel Horison Ultima Buvhana Ciawi, Bogor.
"Sifat kenabian itu meliputi sidik (jujur), amanah (terpercaya), tabligh (komunikatif), dan fathonah (cerdas)," ucapnya.
Menurut Muharam, apabila nilai profetik tersebut diterapkan oleh penghulu dan aparatur lainnya di KUA, maka tidak akan terdengar lagi aduan dan keluhan masyarakat sebagai pengguna layanan di KUA.
"Jika sifat nabi ini diterapkan, maka tidak akan berani menggelapkan uang negara dengan mengganti pencatatan nikah di luar kantor menjadi menikah di kantor," ujarnya memberi contoh.
Pada kesempatan itu, mantan Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama ini juga mengingatkan penghulu untuk tetap menerapkan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama, yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan.
Di akhir paparannya, peraih gelar doktor dan master dari Banares University, Uttar Pradesh, India ini mengajak penghulu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsi yang dimiliki.
"Ayo kita perkuat layanan KUA sebaik-baiknya dimulai dari diri kita. Karena kalau bukan kita siapa lagi," demikian Muharam.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini akan menyusun pedoman tata kerja tim penilai dan tata cara penilaian angka kredit penghulu sebagai amanah dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 9 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Penghulu. Penyusunan pedoman tersebut menghadirkan perwakilan penghulu sejabodetabek dan dibantu oleh Starco Strategic Consulting.
Pada waktu bersamaan kegiatan penyusunan tersebut juga dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom untuk mengakomodasi masukan dari para penghulu yang tidak bisa hadir secara fisik pada acara itu.
(Insan Khoirul Qolbi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



