Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Evaluasi Kinerja Pegawai Direktorat Urais Binsyar, Bandung, Senin (4/3/2024).
Adib menekankan pentingnya dialog di tingkat global untuk meningkatkan wawasan keagamaan. "Supaya ketika kita merumuskan sebuah regulasi, kita punya wawasan global, tidak hanya wawasan lokal. Kita harus lihat kelebihan di negara lain yang bisa diterapkan di Indonesia, dan kekurangan yang bisa dievaluasi,” ujar Adib.
Ia mencontohkan perlunya dibentuk forum pengelolaan masjid internasional, untuk melihat bagaimana negara lain mengelola masjid. Selain itu, ia juga mengusulkan pembentukan forum hisab rukyat dan ahli fikih internasional, untuk melihat mazhab atau pengetahuan negara lainnya dalam menerapkan metode penanggalan.
“Saya mengajak tahun ini masing-masing Subdirektorat harus ada forum internasional. Seperti di hisab rukyat dan syariat itu ada dua, international conference para ahli fikih, kemudian pertemuan para pakar hisab rukyat. Contoh lainnya, misal pengelolaan masjid, bagaimana negara lain mengelola masjidnya, tentu kita harus tahu,” ucap Adib.
Adib berharap, di 2024, seluruh Subdirektorat pada Ditjen Bimas Islam dapat menggelar program internasional untuk memperluas wawasan keagamaan, dan program internasional yang sudah berjalan dapat ditingkatkan.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



