Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan perwakafan agar membangun profesionalitas dan mengedepankan transparansi.
Menurutnya, membangun ekosistem perwakafan menjadi keniscayaan agar manfaat wakaf benar-benar sampai dan memberi dampak terhadap umat.
Hal ini disampaikan Dirjen Bimas Islam saat membuka FGD Pengamanan Aset Wakaf yang dihadiri BKM se-Pulau Jawa, bertempat di Jakarta, (22/10).
Kamaruddin mengakui, bahwa pengelolaan wakaf belum maksimal. Wakaf secara penuh dirasakan manfaatnya di tengah masyarakat. Padahal potensinya sangat besar dan luas.
“Wakaf uang misalnya, ini potensinya besar. Tapi belum kita maksimalkan potensinya. Nah ini pekerjaan rumah kita semua,” ungkapnya.
Menyikapi masih rendahnya pemanfaatan potensi wakaf, Kamaruddin mengingatkan bahwa ekosistem perwakafan harus maju secara signifikan agar berkontribusi secara fundamental memajukan perekonomian Indonesia melalui zakat dan wakaf.
Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah perlunya gerakan literasi wakaf yang massif secara nasional bersamaan dengan gerakan wakaf tunai. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan informasi yang utuh tentang wakaf, dari mulai prosedur hingga pemanfaatannya.
“Jika manfaatnya jelas, pengelolanya jelas, insya Allah ini akan mendapat sambutan dari masyarakat,” pungkasnya.
Terkait posisi BKM yang kini mengelola tanah wakaf, pihaknya mengajak untuk tidak ragu membuat terobosan agar tanah wakaf lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Menurut data Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, sebanyak 413 tanah wakaf berada di bawah pengelolaan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) di wilayah Jawa Tengah. BKM sendiri dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 54 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Badan Kesejahteraan Masjid, adalah lembaga semi resmi yang dibentuk oleh Departemen Agama untuk meningkatkan peranan dan fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan sarana pembinaan umat Islam.
(Jaja Zarkasyi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



