Kamaruddin berpesan kepada pengurus IPARI pusat dan provinsi untuk selalu memiliki semangat mencapai jenjang Penyuluh Agama Utama. Terutama, para Penyuluh Agama Madya yang telah mendedikasikan dirinya selama belasan bahkan puluhan tahun.
Menurut Kamaruddin, semangat untuk meningkatkan jenjang kepenyuluhan harus diiringi dengan antusiasme dalam mengembangkan potensi dan produktivitas.
“Kita harus percaya diri sebagai penyuluh agama, jangan sampai merasa minder. Anda harus memiliki motivasi untuk terus belajar. Percaya diri itu tidak mudah, harus punya dasar dan kekuatan dalam hal pengetahuan tentang isu yang sedang terjadi,” ungkap Kamaruddin.
Kamaruddin percaya, penyuluh agama sudah berjuang dengan maksimal. Ia membayangkan jika Penyuluh Agama Utama memiliki keahlian dalam menganalisa isu-isu sosial secara luas, bukan lagi menghadapi isu pada tingkat mikro.
“Saya percaya Penyuluh Agama Utama dapat menjadi pelaku sosial yang memiliki analisa sosiologis yang matang, karena penyuluh terjun di masyarakat dan melihat apa yang terjadi di masyarakat secara riil. Bapak/ibu penyuluh bisa menjadi narasumber di mana pun, bukan hanya entitas mikro berbasis komunitas tertentu, tapi menjadi narasumber untuk isu-isu sosial keagamaan secara makro, akan diundang di media mainstream,” ucap Kamaruddin.
Kamaruddin mengatakan, Kemenag melalui telah memberi dukungan melalui regulasi dan kebijakan kepada penyuluh untuk mempromosikan jenjang kepenyuluhan. Ia berharap, hal tersebut tidak disia-siakan.
“Tugas bapak/ibu sebagai penyuluh agama memberikan dampak bagi masyarakat. Sehingga, kita harus bersama-sama dan harus bersinergi untuk memastikan supaya bisa terlaksana dengan baik,” tutur Kamaruddin.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



