Banjarmasin, Bimas Islam -- Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin mengukuhkan Pengurus Wilayah Majelis Dai Kebangsaan (MDK) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) masa bakti 2023-2026 di Banjarmasin, Jumat (29/9/2023).
Dalam kesempatan itu, Kamaruddin mengatakan, kualitas keberagamaan di Indonesia dapat ditingkatkan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Karenanya, ia menegaskan, kehadiran MDK akan memperkuat kolaborasi tersebut.
“Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi dan berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita dalam beragama, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kamaruddin meminta pengurus MDK untuk segera membuat program kerja yang dapat disinergikan dengan Pemerintah Daerah (Pemda).
“MDK ini hadir sebagai mitra strategis pemerintah, yang dapat membantu Pemda dalam menyelesaikan masalah sosial keagamaan,” katanya.
Dirjen juga mengajak para pengurus MDK untuk berkolaborasi dengan BAZNAS, LAZ, dan Ormas. Kolaborasi tersebut, imbuhnya, akan mempercepat peningkatan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat.
“Banyak hal yang bisa kita sinergikan untuk kebaikan bangsa dan negara dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama, termasuk dengan BAZNAS, LAZ, dan Ormas,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin menyampaikan, pengukuhan MDK ini menjadi rahmat bagi masyarakat.
“Pengukuhan MDK Wilayah Kalsel ini sangat diperlukan, agar dapat menciptakan komunitas yang rahmatan lil alamin dan dai yang menyeru serta mendoakan umat,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kabag Bina Spritual Pemprov Kalsel, Fahrurazi berharap, pengukuhan MDK ini akan memberi sentuhan dakwah yang lebih segar dan aktual. Tak hanya itu, ia berharap, MDK bisa menyusun peta jalan dakwah yang beragam, di antara tema-tema ritual dan isu-isu kekinian dengan pendekatan agama.
Lebih lanjut Gubernur mengungkapkan, dai yang akan memberi penerangan pada masyarakat adalah dai yang berilmu dan berakhlak tinggi. "Setiap dai harus memiliki keilmuan yang luas, jujur, dan obyektif dalam berdakwah," tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kabid dan Kabag TU Kanwil Kalsel, Kakankemenag se-Kalsel, perwakilan Kapolda, Dandrem 101 Antasari, dan Kepala BIN Kalsel.
Ba/Mr



