Pelantikan ini melibatkan unsur satuan kerja di Bimas Islam, Unit Percetakan Qur’an, dan sekretariat BAZNAS. Dalam amanatnya, Kamaruddin mendorong para PPPK untuk menanam niat baik dan membulatkan tekad untuk memberikan yang terbaik.
Selain itu, Kamaruddin menekankan pentingnya menjaga suasana positif, produktif, dan motivasi tinggi dalam bekerja. Ia juga menyampaikan pandangannya tentang masa depan, menyatakan bahwa apa yang terjadi beberapa tahun ke depan sangat bergantung pada tindakan dan dedikasi saat ini.
"Saya mengajak semua pihak, termasuk saya, untuk menjaga kondisi yang produktif dan bermanfaat dalam pengembangan karir. Bagaimana Anda melihat diri Anda 5 tahun mendatang sangat bergantung pada apa yang Anda lakukan hari ini dan seterusnya," ujar Kamaruddin.
Dalam penutupnya, Kamaruddin mendorong semua untuk saling menjaga dan menjadikan siapa pun sebagai guru yang memberi pembelajaran positif. "Siapa pun adalah guru bagi kita, kita bisa mengambil pelajaran dari mana pun. Mari kita jaga, saling menghormati, dan saling mendukung satu sama lain," tandasnya.
Pelantikan ini menjadi satu dari banyak pelantikan serentak di seluruh Indonesia. Kementerian Agama telah melantik total 10.300 PPPK hasil optimalisasi formasi tahun 2022 di seluruh Indonesia.
Fn/Mr
*Fotografer: Lutfi
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



