Padang, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin, mengingatkan seluruh kafilah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XVIII terkait tujuan utama perhelatan akbar dua tahunan ini. Kamaruddin menyatakan, MTQ bukan hanya bertujuan melahirkan qari' atau qari'ah, melainkan sebuah upaya membentuk kepribadian bangsa.
"Indikator kesuksesan MTQ bukan hanya diukur dari meriahnya penyelenggaraan MTQ atau jumlah qari'/qari'ah dan para hafizh Qur'an berprestasi yang dihasilkan. Tetapi lebih jauh perlu dilihat terutama dari sisi pengembangan pendidikan Al-Qur'an di dalam keluarga dan masyarakat yang pada gilirannya mempengaruhi pembentukan mental, karakter dan akhlak bangsa," tutur Kamaruddin dalam sambutannya pada Malam Ta'aruf Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional XXVIII tahun 2020 di Auditorium Gubernuran Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang, Jum'at (13/11/20) malam.
Dalam momen perkenalan dengan perwakilan kafilah dan unsur Pemerintah Daerah dari 32 provinsi peserta MTQ Nasional tahun 2020, Kamaruddin mengingatkan agar nilai-nilai Al-Qur'an yang bacaannya diperlombakan dalam MTQ mampu mewarnai perilaku individu dan masyarakat.
Hasil akhir dari perhelatan akbar yang dilangsungkan secara berkala dengan tuan rumah bergilir ini, lanjut Kamaruddin, adalah lahirnya pribadi-pribadi yang bersih, jujur, dan dipenuhi karakter-karakter mulia lainnya.
"Petunjuk dan pesan-pesan Al-Qur'an yang menuntun umat manusia kepada kehidupan yang bersih, lurus dan bermanfaat bagi sesama harus mewarnai dan menjiwai karakter bangsa," tambah Kamaruddin.
Dengan demikian, MTQ yang dilombakan dalam 8 cabang ini diharapkan melahirkan pribadi-pribadi yang layak dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kecintaan umat pada Al-Qur'an yang harus dibangun bukan hanya sekadar ekspresi lahiriah dan artifisial, tetapi haruslah dalam bentuk tingkah laku dan perbuatan yang mencerminkan nilai-nilai Qur'ani. Umat Islam hendaknya dapat menjadi teladan bagi yang lain," tegas Kamaruddin.
Malam Ta'aruf merupakan rangkaian tak terpisahkan dari momen akbar MTQ Nasional. Malam Ta'aruf MTQ Nasional XXVIII dihadiri oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Kamarudiin Amin, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Ketua Dewan Hakim yang juga Mantan Menteri Agama, Said Agil Husin Al-Munawar, Sekretaris Dirjen Bimas Islam, Direktur Penais, Kakanwil dan perwakilan Pemerintah Daerah se Indonesia, Ketua LPTQ se Indonesia dan undangan lainnya.
Khusus MTQ Nasional XXVIII tahun 2020 yang dihelat di tengah pandemi covid-19, Panitia meniadakan pawai ta'aruf. Pelaksanaan MTQN XXVIII tahun 2020 ini juga dilangsungkan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, seperti jaga jarak, mengenakan masker, juga wajib swab (tes usap).
Protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran covid-19 ini diterapkan di semua venue perlombaan, mulai daftar ulang, lokasi malam ta'aruf, termasuk stadion Nagari Sikabu, Padang Pariaman, yang akan digunakan sebagai lokasi pembukaan MTQ Nasional XXVIII pada Sabtu (14/11/20) malam.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



