Surakarta, Bimas Islam-- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, bulan suci Ramadan merupakan momentum untuk merefleksikan kebaikan. Menurutnya, peristiwa agung turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW menjadi inspirasi untuk terus melakukan perubahan.
“Ramadan, sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an, merupakan momentum ideal untuk melakukan introspeksi spiritual, melakukan perubahan, dan membersihkan jiwa kita,” ujar Dirjen saat memberi sambutan pada kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an dan Haul Sheikh Zayed Al Nahyan di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Surakarta, Sabtu (30/3/2024).
Peristiwa turunnya Al-Qur’an, menurutnya, dimaknai sebagai sejarah peradaban agung yang membawa pesan-pesan agenda perubahan di tengah masyarakat. Karenanya , Dirjen menekankan pentingnya perubahan dalam hidup setiap aktivitas individu pada orientasi sosial-keagamaan.
“Ramadan harus menjadi waktu di mana kita melakukan perubahan, membersihkan hati dan jiwa dari hal-hal negatif seperti benci dan iri hati agar kita dapat berkontribusi dan membawa agenda perubahan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Dengan mengambil hikmah dari Nuzulul Qur’an, Dirjen terus mendorong masyarakat Muslim untuk dapat merealisasikan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap, umat Islam bisa mengaktivasi potensi rohani yang ada dalam diri mereka.
“Orientasi kita selama 11 bulan terkadang hanya berfokus dunia materi dan ambisi pribadi, sehingga potensi spiritual kita tertutupi. Padahal, setiap orang memiliki kesempatan yang sama menerima pancaran Ilahi. Karenanya, ini (Ramadan) kesempatan untuk menekan orientasi tersebut, agar dapat mengaktifkan potensi Ilahi yang ada dalam setiap diri kita,” tandasnya.
Wcp/Mr



