Kutai Kartanegara, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam baru saja meresmikan Desa Santan Tengah, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai desa yang masuk dalam ‘Program Percontohan Daerah Binaan Ditjen Bimas Islam’, Selasa (3/11).
Dalam sambutan yang dibawakan, Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, bahwa program ini akan membantu serta memberdayakan masyarakat selama 3 tahun. Ini berarti, hingga tahun 2022 masyarakat Desa Santan Tengah akan mendapatkan peningkatan kesejahteraan di bidang ekonomi, pendidikan, agama, kesehatan hingga sosial kemanusiaan.
“Jadi untuk pak Bupati, Camat, dan Kades saya harap bisa mengawal program ini,” imbuhnya.
Diharapkan dengan program desa binaan juga mampu memberikan pengetahuan, khususnya bagi pemeluk agama Islam dengan pengarusutamaan yang moderat.
Ia menambahkan, siap pula membantu Desa Santan Tengah melalui program zakat. Disebutkan olehnya, potensi zakat Indonesia ialah sebesar 400 triliun, sedangkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) sendiri baru menyalurkan 10 triliun.
“Bayangkan baru 10 triliun, jadi masih ada potensi sisa 390 triliun. Jika terealisasi niscaya mampu terbantu umat kita,” tandasnya.
Untuk diketahui, memang Kemenag RI memiliki program yang dinamakan ‘Kampung Zakat’. Pilihan lokasi program ini mengacu pada wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015. Program Kampung Zakat sendiri merupakan salah satu program prioritas Ditjen Bimas Islam Kemenag yang bersinergi dengan pemerintah baik pusat maupun daerah dan sudah berjalan di beberapa daerah.
Sementara itu, ketika dimintai keterangan secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur Masrawan menyatakan dukungannya terhadap ‘Program Percontohan Daerah Binaan Ditjen Bimas Islam’.
Beliau harap Desa Santan Tengah sebagai desa binaan betul-betul dikelola dengan baik sebagai desa binaan. “Jangan hanya diresmikan lalu hilang,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara ini adalah Plt. Bupati Kutai Kartanegara Chairil Anwar, Sekretaris Ditjen Bimas Islam M. Fuad Nashar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi, Camat Marangkayu Rekson Simanjuntak, dan Kades Santan Tengah Nasrullah.
Pada acara tersebut diserahkan pula bantuan kepada masyarakat berupa Al-Qur’an sebanyak 500 eksemplar, Juz ‘Amma 700 eksemplar hingga masjid dan musala 5 unit. /win
(kaltim.kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



