Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin meminta program yang dilaksanakan setiap Direktorat harus ada hasilnya dan sesuai dengan visi misi Kemenag.
Hal itu dikatakannya di hadapan empat Direktorat Bimas Islam dalam acara ‘Evaluasi Program Bimas Islam Triwulan 3 Tahun 2020’ di Hotel Horison Ultima Bhuvana, Ciawi, Bogor pada 14-16 Oktober 2020.
Kamaruddin mengatakan sebagai ASN dan birokrat, setiap unsur di Ditjen Bimas Islam tidak bisa berjalan sendiri. Perlu bermitra dengan stakeholder yang bisa membantu segala kinerja seluruh Direktorat.
“Kita tidak mungkin bisa menjalankan semuanya sendiri. Karena biasa di zona nyaman, jadi tidak bisa berpikir kreatif dan inovatif,” katanya Kamis (15/10).
Selain itu, Dirjen Bimas Islam memberikan masukan untuk Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah agar ada program penulisan buku moderasi beragama versi Bimas Islam.
“Buku putih yang sudah ada kan versi Kementerian Agama dan terlalu akademik bahasanya. Diharapkan Urais dapat membuat dengan bahasa yang lebih ringan,” katanya.
Untuk Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Dirjen memberikan masukan agar mengadakan peningkatan kompetensi penghulu. Sebab penghulu memiliki peran penting dan fundamental.
Sementara masukan untuk Direktorat Penerangan Agama Islam, Dirjen ingin ada program peningkatan kompetensi penyuluh agama Islam. Karena saat ini antara tugas dan kompetensi yang dimiliki penyuluh tidak berimbang.
“Untuk Direktorat Zakat dan Wakaf yang paling mendesak adalah peningkatan kompetensi untuk nazhir. Saya berharap 2021 pelatihan untuk nazhir terlaksana dengan berkolaborasi bersama Baznas,” pungkasnya.
(kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



