Jambi, Bimas Islam -- STQH Nasional XXVII Tahun 2023 di Provinsi Jambi telah menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, dalam sambutannya sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an, menekankan peran penting transformasi digital dalam kompetisi tersebut.
"Perhelatan STQH XXVII Tahun 2023 telah menunjukkan adaptasi yang relevan terhadap perkembangan teknologi," ungkap Kamaruddin dalam acara penutupan yang digelar di Lapangan Abdurrahman Sayuti, Jambi, Senin (6/11/2023).
Lebih dari sekadar ajang kompetisi tilawah Al-Qur’an dan Hadis, STQH juga menjadi wahana untuk memasuki era transformasi digital. Kamaruddin melanjutkan, perubahan ini membawa dampak positif dalam mempercepat dan menyederhanakan seluruh proses kompetisi STQH dan MTQ di Indonesia.
Transformasi teknologi, imbuhnya, tidak hanya meningkatkan efisiensi, melainkan juga memperkuat integritas dan moralitas dalam kompetisi ini. Menurut Kamaruddin, efisiensi harus selaras dengan transparansi dan kejujuran, sehingga menciptakan kompetisi yang lebih bermartabat.
"Dengan begitu, STQH akan menjadi ajang yang lebih bermartabat dan dijalankan dengan nilai-nilai yang tinggi. Ini akan menciptakan lingkungan kompetisi yang sehat dan adil, di mana peserta dapat bersaing dengan jujur dan berprestasi secara layak," ujar Kamaruddin.
Ia juga mengapresiasi penyelenggara STQH Nasional ke-27 atas pemanfaatan perkembangan teknologi. Kamaruddin berharap, semangat transformasi digital terus dijaga, dan STQH dapat terus berkontribusi dalam memajukan syiar di Indonesia.
"Upaya tersebut tidak hanya akan memajukan kompetisi ini, tetapi juga berpotensi menjadikan Indonesia sebagai pusat Musabaqah dan pengkajian Al-Qur’an dan Hadis di dunia," tambah Kamaruddin.
Fn/Mr



