Hal itu disampaikan Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin dalam kegiatan Seminar Cegah Kawin Anak di Magelang, Jumat (17/11/2023).
Kamaruddin Amin menyebut, untuk mengatasi persoalan kawin anak, kuncinya terletak pada kolaborasi dan ekosistem sosial yang kuat dari berbagai pihak.
"Kita perlu menciptakan ekosistem sosial yang kuat untuk bersama-sama mengatasi persoalan perkawinan anak, tokoh agama harus terlibat secara intensif bersama tokoh masyarakat, tokoh budaya, dan seluruh stakeholder," imbuhnya.
Ia menyebut semua kalangan punya kewajiban untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Maka, kolaborasi menjadi sebuah keharusan.
"Tugas kita semua harus bekerja sama, melibatkan semua pihak, warga bangsa punya kewajiban untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Ini jadi visi kita bersama," paparnya.
Msk/Mr
*Fotografer: Shandry F. Nanere
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



