Bogor, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin berharap aplikasi Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Terpadu (SMART) dapat meningkatkan kinerja Ditjen Bimas Islam. Selain itu, Dirjen ingin aplikasi ini dapat membuat proses pelaporan hasil monitoring dan evaluasi anggaran menjadi lebih sederhana.
“Melalui aplikasi SMART, jarak antara serapan dengan kinerja dapat diselesaikan. Sehingga ke depannya kinerja Bimas Islam lebih efisien,” katanya saat membuka acara ‘Perbaikan dan Approval Data pada Aplikasi SMART pada program Bimas Islam Tahun 2020 Pusat dan Daerah’ di Hotel Horison Bhuvana, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/01).
Dirjen pun mengapresiasi jajaran Ditjen Bimas Islam yang diberi amanah memperbaiki sistem aplikasi SMART untuk meningkatkan kinerja ke depannya. Karena tanggung jawab ini adalah secara nasional.
“Saya berharap semua yang diberi amanah bisa menjalankan dengan baik dan dapat bekerja dengan cepat. Sehingga capain kinerja dapat dikontrol,” ujarnya.
Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Terpadu (SMART) merupakan aplikasi monitoring kinerja berbasis Web dari Kementerian Keuangan yang berfungsi untuk mengukur tingkat penyerapan anggaran dan realisasi outputnya sehingga penggunaan anggaran negara yang dikelola Kementerian/Lembaga (K/L) dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



