Bogor, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin meminta kepada seluruh Direktur di Ditjen Bimas Islam memasukkan program pengarusutamaan moderasi beragama dalam Pagu Indikatif 2022. Menurutnya program tersebut adalah program unggulan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama.
“Seluruh Direktorat harus mempunyai program pengarusutamaan moderasi beragama, karena program tersebut adalah program unggulan di Direktorat Jenderal Bimas Islam,” katanya saat membuka kegiatan Penyusunan Pagu Indikatif Program Bimas Islam Tahun 2022 di Hotel Aston, Sentul, Bogor, Rabu (27/01).
Dirjen menyatakan selama tahun 2020 Direktorat Penerangan Agama Islam, Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, dan Bina KUA dan Keluarga Sakinah sudah menjalankan program tersebut. Namun, Dirjen ingin, di tahun 2021 pengarusutamaan moderasi beragama lebih diperbanyak.
“Di tahun 2021 ini, program moderasi beragama diperbanyak dari tahun 2020,” ujarnya.
Dirjen berpesan kepada seluruh Direktorat di Ditjen Bimas Islam untuk kembali membaca Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), agar dapat segera mengidentifikasi program-program yang berpotensi.
“Kembali membaca semua DIPA dan mengeksekusinya. Kalau bisa bulan Februari sudah ada program yang terlaksana,” pungkasnya.
Kegiatan Penyusunan Pagu Indikatif Program Bimas Islam Tahun 2022 juga dihadiri oleh Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Muharam Marzuki, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Mohammad Agus Salim, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor, Direktur Penerangan Agama Islam Juraidi, para pejabat eselon III dan IV, serta para pelaksana di lingkungan Ditjen Bimas Islam.(Tommy)
(editor : Sigit)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



