Bogor, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengajak kepada seluruh takmir menjadikan masjid sebagai tempat membangun peradaban. Itu sesuai dengan fungsi masjid pada zaman Nabi.
“Masjid itu tempat strategis dan sentral. Jadi sayang kalau masjid hanya dipakai untuk salat saja,” katanya saat membuka Pelatihan Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Informasi Masjid (Simas) di Arch Hotel, Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/11).
Guru Besar UIN Alauddin Makassar itu menjelaskan, dulu masjid tidak hanya digunakan untuk salat tapi juga menuntut ilmu. Dirinya berharap melalui Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, masjid difungsikan menjadi tempat membangun peradaban dimulai dari meningkatkan kompetensi para takmirnya.
“Dimulai dengan peningkatan kompetensi takmir masjid. Nanti akan dibuatkan kurikulum khusus untuk para takmir,” ujarnya.
Kegiatan Pelatihan Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Informasi Masjid (Simas) dilaksanakan pada tanggal 25-27 November 2020. Kegiatan yang digelar di Arch Hotel, Bogor, Jawa Barat ini diikuti 70 peserta yang terdiri dari Kasi Kemasjidan, operator KUA Kecamatan, operator Kanwil/Kabupaten/Kota, serta Penyuluh Agama Islam se-Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
(Humas Bimas Islam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



