Saat ini, para pemeluk agama di dunia sedang berkontestasi untuk mempromosikan agamanya masing-masing. Namun, ungkap Dirjen, cara Islam dipromosikan telah mengambil hati masyarakat dunia.
"Cara kita memperkenalkan Islam itu ternyata semakin menarik, semakin diminati oleh penduduk dunia saat ini," ujarnya.
Kamaruddin menjelaskan, terdapat sejumlah alasan yang membuat Islam semakin diminati. Salah satunya karena ajaran Islam yang universal dan relevan dengan kehidupan modern. Islam mengajarkan nilai-nilai kebaikan seperti kasih sayang, toleransi, dan kesetaraan.
"Nilai-nilai Islam sangat dibutuhkan masyarakat di seluruh dunia, baik di masa lalu, sekarang, maupun di masa depan" ucapnya.
Selain itu, Islam juga mengajarkan pentingnya perdamaian dan persatuan. Ajaran ini sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini yang masih dilanda banyak konflik.
"Tentu saja, pertumbuhan Islam ini merupakan hal yang patut kita syukuri. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran Islam masih relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat di seluruh dunia" tuturnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Pew Research Center, jumlah umat Islam di dunia diperkirakan akan meningkat menjadi 2,6 miliar atau 30% dari populasi dunia pada tahun 2050.
Msk/Mr



