Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin memaparkan sejumlah kebijakan Kemenag untuk menguatkan moderasi beragama. Dirjen menyebut, umat Islam di Indonesia yang moderat merupakan modal besar dalam mewujudkan Indonesia maju.
"Mayoritas umat Islam moderat, toleran, inklusif, demokratis, menghargai perbedaan," kata Dirjen dalam Diskusi Isu-Isu Kebimasislaman dengan Praktisi Media Tahap II di Jakarta, Kamis (17/12/20).
Dirjen terus melakukan berbagai upaya peningkatan kompetensi terhadap pengurus masjid, remaja masjid, penceramah, penghulu dan penyuluh sebagai da'i di masyarakat dengan pemahaman moderasi beragama.
"Sebanyak 8200 penceramah sudah kita berikan peningkatan kompetensi. Kita berikan wawasan pemahaman wasathiyah yang toleran, demokratis, anti kekerasan, menghargai perbedaan, dan cinta tanah air. Penceramah kita harus seperti ini. Mereka yang akan mencerahkan masyarakat. Mereka harus paham kebangsaan, nasionalisme, demokratis, sejuk, damai, tidak menghasut, dan meneduhkan," lanjut Dirjen.
Dalam pembekalan terhadap penceramah, Kemenag juga memberikan pemahaman tentang literasi digital. Para penceramah dicetak untuk menggunakan berbagai media sosial dan teknologi dalam menyampaikan ajaran Islam rahmatan lil 'alamin hingga menyentuh semua lapisan masyarakat terutama genersi millenial.
Diskusi Isu-Isu Kebimasislaman dengan Praktisi Media Tahap II dihadiri langsung oleh Menteri Agama, Fachrul Razi, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Agus Salim, dan Direktur Penerangan Islam, Juraidi. Diskusi ini juga dihadiri oleh puluhan perwakilan media cetak, online, dan siar.
(pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



