Jakarta, Bimas Islam --- Strategi dakwah harus dirubah, masjid harus dapat berfungsi produktif dalam pengarusutamaan moderasi beragama dan meningkatkan kualitas keagamaan umat.
Masjid dan mushalla merupakan komunitas yang sangat besar, kita tidak hanya memikirkan masjid sebagai bangunannya saja, tetapi juga aktifitas di dalamnya, hal itu disampaikan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, saat menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi Masjid (SIMAS), Selasa (23/06).
"Kalangan menengah keatas perkotaan dan kelompok milenial bisa menjadi sasaran dakwah, sehingga Ditjen Bimas Islam hadir di seluruh kalangan masyarakat," lanjut Dirjen.
"Kita harus dapat secara kreatif dan inovatif mengembangkan potensi masjid dan mushalla. Salahsatunya menyiapkan konten-konten dasar terkait kegiatan di masjid," jelas Dirjen.
Sebelumnya, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Moh. Agus Salim, mengatakan kita harus mengikuti kemajuan teknologi informasi saat ini.
"Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengembangan terhadap SIMAS, salahsatunya penambahan fitur pengajuan bantuan masjid dan mushalla, termasuk data realtime masjid dan mushalla," imbuh Agus Salim.
"Dengan tambahan fitur bantuan masjid dan mushalla, dapat mendorong pengajuan berkas permohonan bantuan secara paperless," harap Agus Salim.
Kegiatan FGD ini dilaksanakan di Fave Hotel Cideng Jakarta, dan dihadiri 30 orang peserta, yang merupakan para pejabat dan staf Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, serta perwakilan dari Biro HDI Kemenag.
(nhk/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



