Kendari, Bimas Islam -- Kualitas penghulu mesti ditingkatkan, terutama dalam membaca realitas keluarga di Indonesia. Hal itu diungkapkan Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin dalam kegiatan Pembinaan Kepenghuluan se-Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2023 di Aula Kemenag Kota Kendari, Senin (18/9/2023).
Dirjen menyampaikan, penghulu berperan penting dalam menjaga ketahanan keluarga. Menurutnya, ketahanan keluarga merupakan pondasi ketahanan nasional.
"Indonesia masih mengalami penurunan angka pernikahan dan peningkatan angka perceraian. Peran penghulu dibutuhkan dalam menjawab persoalan ini," ungkap Dirjen.
Ia memaparkan, dalam rentang 2022 hingga 2023, peristiwa nikah mengalami penurunan, yakni dari 2 juta peristiwa menjadi 1,7 juta. Sementara, angka perceraian semakin meningkat, dari 400 ribu peristiwa menjadi 516 ribu.
"Kita harus memiliki wawasan yang luas untuk mendukung ketahanan keluarga dan negara. Mari jadikan profesi ini sebagai profesi yang terhormat dan bermartabat," ucap Kamaruddin.
Kamaruddin berharap, penghulu menjadi profesi yang dapat terus diandalkan dalam mengatasi persoalan keluarga Indonesia.
"Penghulu diharapkan menjadi profesi yang leading, berkelas dan keren. Kontribusinya real, dan mampu membuat legacy dan kesan bahwa penghulu memang sebuah profesi yang diinginkan dan didambakan,” tandasnya.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Kabid Urais dan Binsyar Jamaludin, Kepala Kantor Kemenag, Kepala KUA, dan penghulu se-Sultra.
Fn/Mr



