Jakarta, Bimas Islam --- Untuk ketiga kalinya, Ditjen Bimas Islam menggelar pelatihan membuat video pendek bagi penghulu dan penyuluh agama Islam. Setelah sebelumnya dihelat di Banten dan Jawa Barat, pelatihan yang bertujuan membuat konten di media sosial ini digelar di Provinsi DKI Jakarta.
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengaku gembira atas program yang disebutnya inovatif itu. Pasalnya, kata Dirjen, di era Industri 4.0, penguasaan terhadap media teknologi merupakan keharusan.
“Kita tidak bisa memungkiri, merupakan suatu keharusan bagi kita untuk mengikuti perubahan teknologi informasi yang ada. Penghulu dan Penyuluh harus paham dengan kemajuan teknologi informasi saat ini," ujarnya.
Dikatakan Dirjen, pelatihan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari pesan Risalah Jakarta, yang meminta Kementerian Agama untuk menjembatani pesan keagamaan dengan kebutuhan dunia kreatif bagi generasi milenial, serta memperbanyak penjelasan agama melalui pengemasan yang universal, kreatif, dan ramah teknologi.
Ia berharap pelatihan ini mampu meningkatkan daya kreatif penghulu dan penyuluh dalam memberikan bimbingan dan layanan kepada masyarakat di era teknologi informasi seperti saat ini.
Kegiatan Pelatihan Komunikasi Kehumasan melalui Media Kreatif digelar selama tiga hari, 19-21 Februari 2020, di Hotel Mercure, Jakarta Kota. Pelatihan ini diikuti 70 peserta yang merupakan penghulu dan penyuluh berusia di bawah 45 tahun.
Dalam kegiatan ini, narasumber yang merupakan praktisi video pendek akan melatih peserta untuk membuat video pendek menggunakan smartphone. Pelatihan tersebut mencakup teknik pengambilan gambar, editing, dan unsur pembuatan video lainnya. Di akhir sesi, hasil karya peserta akan langsung dinilai oleh Narasumber.
nhk/ska/bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



