Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama RI menggelar pertemuan secara daring dengan ahli falak dan astronomi se-Indonesia yang tergabung dalam Tim Falakiyah Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2020. Tim yang beranggotakan para pakar dalam bidang Ilmu Falak, Astronomi, Geodesi, dan pengurus planetarium dan observatorium di Indonesia ini diisi oleh beberapa orang antara lain: Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin, Tenaga Ahli Planetarium dan Observatorium Jakarta Cecep Nurwedena, Kepala Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial Khafid, Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Sirril Wafa, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Agus Purwanto dan beberapa wakil dari ormas Islam lainnya.
Forum yang dibuka langsung oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim ini menjelaskan secara ringkas terkait program hisab rukyat.
“Melalui forum ini kami coba mengingatkan kembali terkait pentingnya kehadiran negara dan dukungannnya atas pelaksanaan pembangunan nasional khususnya di bidang Agama”, ungkap Agus.
Ditambahkankan Agus bahwa diantara bentuk pelaksanaan fungsi di bidang agama itu yaitu berkenaan dengan pelaksanaan sidang isbat awal Ramadan dan Syawal 1441 H, awal Zulhijjah 1441 H/2020 M, fungsi layanan hisab rukyat lainnya.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin yang memberikan arahan serta tugas Tim Falakiyah Kementerian Agama, antara lain terkait, pertama pelaksanaan penelitian, pengkajian, pengembangan hisab rukyat dan memberikan rekomendasi terhadap pengembangan hisab rukyat, kedua penyelenggaraan hisab dan rukyat untuk kepentingan penentuan waktu shalat, arah kiblat, permulaan tanggal bulan qomariyah serta gerhana matahari dan bulan, ketiga pemberian saran atau masukan yang berkaitan dengan hisab dan rukyat kepada Menteri Agama.
“Saya berharap dalam pertemuan ini dapat menghasilkan rumusan strategis pengembangan hisab rukyat dan juga roadmap unifikasi kalender Hijriah untuk dijadikan pedoman dalam penetapan awal bulan qomariyah khususnya awal Ramadan, Syawal dan Zulhijjah”, jelas Dirjen.
Selain itu Dirjen juga menyampaikan harapan kepada Tim Falakiyah bahwa peserta forum tersebut dapat mengidentifikasi peluang dan tantangan yang akan dihadapi pada tahun yang akan datang dan menyiapkan antisipasi terhadap tantangan tersebut.
“Demi terciptanya situasi yang kondusif bagi umat Islam dalam meningkatkan kualitas pemahaman, pengalaman, dan pengembangan nilai-nilai agama khususnya di bidang hisab rukyat, Tim Falakiyah harus melakukan perbaikan, terutama di bidang regulasi, manajemen, peningkatan profesionalisme anggota, dan pengembangan sarana prasarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan hisab rukyat pada masa-masa mendatang”, pungkas Dirjen
(Ismail Fahmi/Syafaat)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



