Banten, Bimas Islam --- Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sebagai lokasi pembinaan Kementerian Agama, BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat Nasional pada akhir tahun 2019 lalu terkena dampak bencana banjir badang dan longsor. Pembinaan tersebut dalam bentuk Kampung Zakat dimana program bersama dalam mengatasi permasalahan masyarakat dalam hal dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sosial kemanusiaan. Direktorat Jenderal Bimas Islam (Ditjen Bimas Islam) melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf memberikan bantuan ke Desa Ciladaeun.
Pada senin (27/1) segenap rombongan pelaksana pada Direktorat Jenderal Bimas Islam, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf mengunjungi desa Ciladaeun untuk memberikan bantuan dan melakukan pendataan khususnya sarana ibadah yang terdampak bencana banjir badang dan longsor.
Setelah melakukan 3 jam perjalanan dari Kantor Ditjen Bimas Islam, rombongan tim tiba di Desa Ciladaeun. Sepanjang perjalanan yang di dominasi dengan perbukitan pada sisi kiri jalan dan kanan jalan sungai, masih menyisakan sisa dampak bencana. Apalagi akses jalan menuju desa harus dilalui dengan berjalan kaki dikarenakan terputusnya jalan penghubung antar desa.
Rombongan melanjutkan perjalanan menuju rumah kepala desa dengan melalui dua jembatan yang dilalui dua arus sungai. Jembatan pertama telah dibangun oleh Lembaga Amil Zakat Provinsi Banten HARFA dan jembatan sementara kedua dibangun kembali oleh warga setelah malam harinya jembatan yang lama rusak hanyut dikarenakan luapan air sungai.
Setibanya di lokasi rombongan disambut oleh Pak Yayat selaku kepala desa Ciladaeun. Beliau sangat mengapresiasi Kementerian Agama dalam hal pembinaan kampung zakat harapannya bisa terus bersinergi apalagi pasca bencana ini. Karena faktanya bencana banjir badang dan longsor ini merupakan yang terparah dalam 20 tahun terakhir yang menimpa desa Ciladaeun.
Yayat menambahkan, bahwa kebutuhan yang paling utama adalah saat ini pembinaan mental khususnya trauma healing bagi masyarakat, sarana jembatan penghubung dan 10 Masjid-Mushola yang hancur akibat bencana ini. Besar harapan adanya bantuan dari beragam pihak khususnya pemerintah, BAZNAS, lembaga amil zakat dan ormas Islam dalam pemulihan pasca bencana.
Mewakili Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kapala Sub Bagian Tata Usaha Ibu Eni Suciati menyampaikan bahwa saat ini kami masih tahapan pengajuan permohonan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama, nantinya dana tersebut bisa membantu dalam pembangunan jembatan sementara, perbaikan dan renovasi masjid dan musholla.
(ifm/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



