Jakarta, Bimas Islam --- Bertempat di Auditorium HM Rasjidi Gedung Kementerian Agama RI, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menggelar Rapat Kerja Nasional 2020.
Rakernas Ditjen Bimas Islam Tahun 2020 dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Fachrul Razi didampingi Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto dan Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin.
Rakernas yang digelar Senin (02/03) ini, diikuti 755 pejabat di lingkungan Ditjen Bimas Islam, termasuk 34 Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, 514 Kepala Kemenag Kabupaten/Kota, dan para pejabat eselon III dan IV serta pegawai di lingkungan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama.
Dalam kesempatan ini, Dirjen menyampaikan rasa bahagianya atas perkenan Menag dan Ketua Komisi VIII DPR RI untuk hadir dalam Rakernas ini. "Bisa jadi ini Rakernas terbesar, karena pesan Pak Menag dalam Rakernas Kemenag 2020, jangan kita hanya mengirim program, tetapi juga harus sampai ke Kankemenag Kota/Kabupaten," jelasnya.
Dihadapan Menag, melalui video pendek Ditjen Bimas Islam paparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2015-2019. Dalam tayangan video pendek itu, selama lima tahun, Ditjen Bimas Islam telah mencetak dan mendistribusikan sejumlah 735ribu eksemplar Alquran, jutaan Juz Amma, dan Terjemah Alquran ke seluruh Indonesia. Selain itu, Bimas Islam juga telah menggelontorkan anggaran sebanyak Rp 221 milyar untuk membantu pembangunan 3.356 unit masjid dan mushalla di tanah air.
Sepanjang tahun itu pula, Bimas Islam mengucurkan dana hingga Rp 1 trilyun untuk membangun 834 unit Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji melalui dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pembangunan itu, dikatakannya, guna mewujudkan pelayanan publik di KUA yang memenuhi standar layanan, kenyamanan, estetika, dan kesehatan. Seiring dengan itu, imbuhnya, indeks layanan KUA juga melonjak naik dalam lima tahun terakhir.
Terkait Bimbingan Perkawinan (Bimwin), Ditjen Bimas Islam telah menggelar bimbingan bagi 405.776 calon pengantin di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, Ditjen Bimas Islam juga memperoleh PNBP Award dari Kementerian Keuangan untuk kategori PNBP terbesar pada peristiwa nikah dan rujuk. Untuk diketahui, pada tahun 2019, PNBP dari sektor nikah dan rujuk mencapai angka Rp 984 Milyar.
Di bidang penerangan agama Islam, Ditjen Bimas Islam juga mempunyai 5.099 tenaga penyuluh agama di seluruh Indonesia yang bertugas membimbing umat dan mensosialisasikan program pemerintah dengan pendekatan yang persuasif dan inklusif.
Selain itu, di bidang seni membaca Alquran, Bimas Islam juga mengawal lahirnya qari/qari’ah terbaik yang meraih prestasi di tingkat dunia.
Sementara di bidang pemberdayaan zakat, Ditjen Bimas Islam telah meresmikan 15 pilot project Kampung Zakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal yang tersebar di sejumlah provinsi.
Dalam video tersebut tersebut, Ditjen Bimas Islam terus berkomitmen melayani masyarakat tanpa diskriminasi. Komitmen itu diwujudkan dengan membuat program yang ditujukan bagi penyandang disabilitas, antara lain penerbitan Kitab Suci Alqur’an edisi braile, buku fiqih ibadah braile, festival budaya tuna netra, bantuan bagi lembaga tuna rungu, hingga pelaksanaan MTQ Disabilitas.
Di akhir video pendek, Ditjen Bimas Islam menunjukkan sejumlah program yang ditujukan bagi generasi milenial, sebagai bukti bahwa layanan Bimas Islam terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Program tersebut antara lain lomba vlog situs budaya Islam di Nusantara, lomba animasi zakat wakaf, lomba video pendek seni budaya Islam, hingga acara kumpul blogger, dan Zakat Wakaf Goes To Campus.
(nhk-sk/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



