Dalam kesempatan itu, Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada umat. “Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) adalah kesempatan untuk meningkatkan pelayanan dan memberi kontribusi yang besar bagi umat dan negara,” tegasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng HAB ke-78 Kemenag oleh Dirjen didampingi pejabat penting lainnya.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono, memaparkan makna dari kata syukur. Ia menyebut konsep abdan syakura atau hamba yang bersyukur, sebagaimana yang tergambar dalam kitab Riyadhus Shalihin yang memaparkan tiga profil manusia dengan kondisi berbeda.
Menggali Makna Syukur dalam Riyadhus Shalihin
Dalam kitab tersebut, tergambar tiga contoh manusia dengan berbagai kondisi. Pertama, seorang yang mengalami penyakit kulit, berharap sembuh, namun kemudian menginginkan unta betina yang terus beranak sebagai modal hidupnya.
Kemudian, seorang yang botak, memohon rambut, dan setelah dikabulkan, ia menginginkan sapi betina hamil. Terdapat juga manusia tunanetra yang meminta penglihatannya kembali agar dapat melihat ciptaan Allah. Setelahnya, ia juga meminta kambing betina.
Ketiganya berhasil meraih harapan dan kesuksesan dengan perjuangan, namun ketika diminta bantuan oleh malaikat berwujud manusia berperan sebagai musafir, dua manusia (penyakit kulit dan botak) dengan rendah hati berbagi dari harta yang telah diberikan oleh Allah. Namun, si tunanetra justru memberi perbekalan kepada musafir tersebut dan menjelaskan bahwa harta bendanya merupakan milik Allah.
Dari refleksi jabatan di Kementerian Agama, terlihat bahwa kunci dari nikmat yang bertambah adalah dengan bersyukur.
Sesditjen Bimas Islam, Adib juga menambahkan, meskipun anggaran terbatas, pencapaian kinerja tidak boleh dianggap sepele. “Situasi tasyakuran dijadikan momen berharga untuk berkumpul dengan damai, bahkan dalam upacara yang diguyur hujan, hal itu dianggap sebagai anugerah yang patut disyukuri,” tandasnya.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



