Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan dukungannya terhadap kajian-kajian tasawuf yang berkembang di Indonesia. Menag berharap, kajian semacam ini dapat memberi manfaat bagi bangsa sekaligus meningkatkan rasa keberagamaan.
Hal ini disampaikan oleh Menag saat menerima pengurus Forum Pengajian dan Zikir Tasawuf, Tauhid dan Fiqih (Tastafi) Jakarta, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. “Saya senang sekali dapat menerima kedatangan saudara-saudara. Saya berharap, semoga pengajian ini yang membahas tasawuf dapat bermanfaat bagi umat dan bangsa,” ujar Menag, Rabu (05/02).
Hadir mendampingi Menag, Sekretaris Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Tarmizi Tohor dan Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda Basyir.
Menag menambahkan, dirinya mendukung berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan rasa keberagamaan dari umat beragama. Salah satunya menurut Menag, saat ini sedang berlangsung Musabaqah Hafalan Quran dan Hadist (MHQH) ke-12 yang terselenggara atas kerjasama Kemenag dengan Kedutaan Besar Arab Saudi.
“Tadi saya sempat memantau ke sana. Dan saya bangga sekali itu melihatnya. Ada 270 peserta putra putri yang menghafal Al-Qur’an dan Hadist. Membanggakan sekali,” tutur Menag.
Kepada Menag, Ketua Tastafi Yusran Abbas menyampaikan, organisasi yang dipimpinnya saat ini telah memiliki 20 cabang dengan jumlah anggota sekitar 1500an orang. “Kami tentu mengusungnya aswaja (ahli sunnah wal jamaah) karena kami kan berasal dari Aceh,” ungkap Yusran.
Dalam kesempatan tersebut, Yusran juga mengungkapkan niatnya untuk mengundang Menag dalam gelaran Maulid dan pengukuhan pengurus yang akan diselenggarakan pada 7 Februari mendatang.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : Indah Limy
Editor : Indah Limy
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



