Acara yang diikuti seluruh Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Kebumen itu dibuka secara resmi Kepala Kankemenag Kebumen, Sukarno. Dalam sambutannya, Sukarno menyampaikan update data Simas terakhir di Kabupaten Kebumen.
“Saat ini terdapat 1.729 Masjid dan 4206 Mushola yang tersebar di 26 kecamatan, 449 desa, dan 11 kelurahan. Data tersebut dapat diakses masyarakat melalui melalui aplikasi berbasis web Sistem Informasi Masjid (Simas) yang dapat diakses pada laman simas.kemenag.go.id.,” paparnya di Kebumen, Rabu (21/2/2024).
Sukarno mengajak para penyuluh untuk ikut berperan aktif dalam pendataan masjid di Kabupaten Kebumen. Ia juga berharap agar penyuluh dapat memasukkan secara mandiri data masjid/musala pada aplikasi Simas.
“Penyuluh mesti ikut berperan pada proses pendataan di lapangan. Selain itu, penyuluh juga mesti memiliki kemampuan meng-entry data masjid/musala di wilayahnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam, Salim Wazdy menambahkan, keuntungan memiliki Nomor ID dan terdaftar di Simas adalah kemudahan integrasi dengan sistem layanan pemerintah.
“Selain itu, masyarakat juga lebih mudah mengakses informasi lokasi dan profil masjid/musala pada aplikasi Simas, yang dilengkapi dengan Geographic Information System (GIS) untuk pemetaan yang akurat,” pungkasnya.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



