Bandung, Bimas Islam --- Selain menjadi referensi bagi masyarakat yang membutuhkan informasi tentang pernikahan, Ensiklopedia Pernikahan diharapkan bisa menunjang profesionalitas penghulu.
Harapan itu disampaikan Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah, Kementerian Agama, Muharam Marzuki pada kegiatan Penguatan Sinergitas Kelembagaan Bimbingan Perkawinan di Bandung, Senin (9/11). Kegiatan tersebut termasuk melakukan pembahasan terhadap rancangan Ensiklopedia Pernikahan yang telah disusun oleh tim yang melibatkan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI).
Menurut Muharam, sebagai pejabat fungsional, penghulu dituntut profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. "Dengan adanya Ensiklopedia Pernikahan ini, akan membantu profesionalitas penghulu dalam bertugas," ucapnya.
Lebih lanjut eks Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag ini mengimbuhkan, adanya Ensiklopedia Pernikahan ini akan sejalan dengan rencana Ditjen Bimas Islam untuk membuat Modul Peningkatan Kapasitas Penghulu.
"Kita mengharapkan ensiklopedia ini sejalan dengan rencana Bapak Dirjen (Bimas Islam-red) untuk membuat modul capacity building penghulu," ungkap Muharam.
Dia berharap tahun ini juga Ensiklopedia Pernikahan sudah terwujud dan siap untuk dicetak dan diedarkan ke seluruh KUA di Indonesia.
"Tapi jika tidak bisa diburu, minimal sudah ada dalam bentuk dummy," tukasnya.
Pada kesempatan itu, mantan Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Jenderal Kemenag yang menyelesaikan pendidikan master dan doktor di India ini menegaskan, ensiklopedia yang akan dibuat adalah Ensiklopedia Pernikahan, bukan Ensiklopedia KUA sebagaimana rencana awal.
Muharam juga mengingatkan ensiklopedia yang sedang disusun ini bukan berisi pengertian-pengertian atau padanan kata, melainkan peristilahan yang memiliki ulasan yang lengkap dan lebih detail.
"Jadi nanti Ensiklopedia Pernikahan ini betul-betul berguna baik bagi masyarakat umum, maupun para peneliti untuk penulisan skripsi, tesis dan disertasi, serta keperluan lainnya," demikian Muharam.
(Insan Khoirul Qolbi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



