Jakarta, Bimas Islam -- Pengelolaan yang profesional merupakan kunci utama dalam memaksimalkan kebermanfaatan zakat bagi masyarakat. Karenanya, para amil dan Lembaga Pengelola Zakat perlu memiliki kemampuan dan keterampilan khusus.
Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat, Inisiasi Zakat Indonesia (IZI), Aan Suherian menjelaskan, ada dua hal yang diperlukan amil dalam pengelolaan zakat yang profesional, yaitu etik dan efektif. Setiap amil, menurutnya, harus memiliki dua kombinasi tersebut.
Ia memaparkan, etik berkaitan dengan etika kejujuran dan tanggung jawab sosial. Sementara itu, efektif adalah bagaimana amil dapat bekerja secara profesional dalam mengelola zakat.
“Etik itu berkaitan dengan etika kejujuran, nilai sosial, dan tanggung jawab. Selain itu, setiap amil zakat juga harus bekerja secara efektif, yaitu profesional di lapangan. Tentu keduanya harus dikombinasikan,” ujar Aan dalam Webinar Ekspos Zawa, Profesionalisme Amil Zakat: Kunci Sukses Optimalisasi Zakat di kanal YouTube Literasi Zakat Wakaf, Kamis (20/6/2024).
Aan melanjutkan, Lembaga Pengelola Zakat harus memiliki kemampuan dalam memberi pelayanan profesional yang akuntabel, transparan, dan amanah. Sehingga, berdampak pada peningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pengelola zakat juga harus memiliki kemampuan untuk mengelola program-program zakat, sehingga bisa berdampak optimal,” ucap Aan.
Selain itu, menurut Aan, Lembaga Pengelola Zakat harus memiliki prinsip-prinsip profesionalitas, dengan menjunjung tinggi syariah, akuntabilitas, efektifitas dan efisiensi, berkelanjutan, inklusifitas dan integritas, serta pemerataan dan keadilan.
Fn/Mr



