Hal tersebut ia sampaikan saat menutup kegiatan Evaluasi Kinerja Pegawai Direktorat Urais Binsyar di Bandung, Selasa (5/3/2024).
Kamaruddin mengatakan, lingkungan kerja yang positif akan menciptakan produktifitas tinggi. Sementara lingkungan kerja yang toxic akan melemahkan produktifitas kerja.
"Yang paling tidak produktif adalah berada di lingkungan yang toxic, lingkungan yang tidak baik, lingkungan yang kontraproduktif, lingkungan yang tidak mendukung cita-cita kita. Jadi kita harus menjaga semangat di Kemenag agar kita bisa bersinergi, bersama-sama maju," ucap Kamaruddin.
Kamaruddin mengungkapkan, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi versi terbaik. Hal tersebut bukan berarti setiap orang harus saling bersaing untuk menjadi yang terbaik, melainkan menjadi pribadi lebih baik dari hari kemarin.
"Saya kira kita punya kesempatan yang sama untuk menemukan versi diri kita yang baik, jadi kita tidak perlu bersaing dengan siapa pun, kita tidak perlu menjadi lebih baik dari orang lain. Yang kita perlukan adalah hari ini lebih baik daripada hari kemarin, yang kita perlukan adalah berproses menjadi orang yang terus membaik dari semua sisi," ungkap Kamaruddin.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



