Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Moh. Agus Salim menerima silaturrahim Direktur Pencegahan Densus 88 Anti Teror Kombes Pol M. Rosidi di ruang kerjanya Gedung Kementerian Agama lantai 7, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (06/07).
Kunjungan tersebut sebagaimana diutarakan Rosidi, dilakukan sebagai upaya menjalin sinergi kemitraan antar lembaga Densus 88 di bidang pencegahan tindakan terorisme dan bimbingan serta layanan keagamaan berbasis moderasi beragama yang ada di Kementerian Agama.
“Silaturrahim yang kami bangun bersama Direktorat Urais Binsyar ini merupakan langkah penting yang dapat menentukan arah keberhasilan sistem pencegahan terorisme di masa mendatang, terutama konteks kedudukan moderasi beragama yang diterjemahkan pada aspek bimbingan dan layanan keagamaan yang selama ini ada di Kemenag”, ungkap Rosidi.
Ditambahkan Rosidi, bahwa saat ini dalam bidang pencegahan dan tindakan terorisme, pihaknya terus meminta dukungan semua pihak khususnya dalam hal melakukan upaya kontra radikalisme dan kontra narasi baik yang dilakukan secara offline seperti dalam bentuk pembinaan, maupun secara online yang berfokus pada dunia literasi digital.
Menerima kunjungan tersebut, Agus Salim beserta jajarannya menyambut baik langkah aktif Densus 88 sekaligus menyampaikan beberapa titik temu program antara lain pada bidang Layanan Syariah, Kemasjidan, Bina Paham Keagamaan Islam serta Kepustakaan Islam.
“Pertemuan silaturrahim ini menjadi sangat relevan, karena apa yang telah diprogramkan oleh Densus 88 sangat erat berkaitan dengan apa yang telah kita lakukan dalam mewujudkan moderasi beragama, seperti pada layanan syariah di dunia digital, pembinaan takmir, khatib dan imam masjid di Kemasjidan, pembinaan napiter maupun bina moderasi bagi generasi millenial di Subdit Bina Paham Keagamaan Islam, serta penguatan materi anti radikalisme-terorisme dan khutbah keagamaan di Subdit Kepustakaan Islam," ujar Agus.
Dalam pertemuan yang berlangsung hampir sekitar dua jam itu, pihak Densus 88 maupun Direktorat Urais dan Binsyar sama-sama menyepakati pentingnya langkah sinergis terkait pencegahan, dikarenakan benih tindakan terorisme kecenderungannya berakar dari sikap intoleran yang selama ini tampak masih nyata di masyarakat, meski secara jumlah cukup terhitung sedikit.
Selain diisi dengan pertukaran informasi terkait program, muncul pula beberapa rancangan kegiatan antara Densus 88 dengan Ditjen Bimas Islam dalam hal ini diwakili oleh Direktorat Urais Binsyar berkenaan pemanfaatan potensi keagamaan antara lain peran penyuluh agama Islam dan keterlibatan organisasi keagamaan yang dapat turut memperkuat sektor pencegahan terorisme berbingkai moderasi beragama.
Hadir dalam pertemuan tertutup tersebut, Kassubag TU Urais Binsyar Fathur Razi, Kasubdit Hisab Rukyat Syariah Ismail Fahmi, Kasubdit Kemasjidan Abdul Syukur, Kasubdit Bina Paham Keagamaan Nurkhazin, Kasubdit Kepustakaan Islam Abdullah Alkholis, Gus Najih Ikatan Alumni Suriah-Indonesia, Lakpesdam PBNU Abi S Nugroho, Kasi Pengendalian Mutu Naskah Kepustakaan Islam Nur Rahmawati, dan 3 staf anggota Densus 88 Anti Teror Polri.
(syafaat/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



