Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammad Fuad Nasar mengatakan Dialog Kementerian Agama (Kemenag) bersama Ormas Islam adalah sebagai bukti Pemerintah hadir untuk mendengarkan aspirasi dan masukan dari masyarakat.
“Kegiatan ini bukti bahwa Kemenag tidak hanya mendengarkan aspirasi dan masukan dari umat, tetapi juga membahas isu terkini yang terjadi di tengah masyarakat,” katanya saat sharing pemikiran di hadapan peserta Dialog Ormas Islam Tingkat Pusat di Golden Boutique Hotel, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (9/12).
Fuad mengatakan, dialog tersebut juga membahas cara menyamakan langkah Ormas Islam dan Kemenag dalam mengkampayekan moderasi beragama di tengah masyarakat.
“Peserta yang berasal dari berbagai macam latar belakang, duduk bersama untuk membahas bagaimana membumikan konsep moderasi beragama secara konkret dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Sesditjen menambahkan dalam menjalankan visi dan misinya, Ditjen Bimas Islam tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dibutuhkan dukungan dari Ormas Islam, dengan membangun kemitraan dan kolaborasi antara Pemerintah dan Ormas Islam.
Dialog Ormas Islam Tingkat Pusat yang dilaksanakan 3 hari pada 8-10 Desember 2020, telah ditutup oleh Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi. Saat menutup, Wamen berharap 48 Ormas yang hadir dapat menjalankan dua tugas mulia: yaitu sebagai pembimbing umat dan mitra pemerintah.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



