Bogor, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam Muhammad Fuad Nasar berharap Kantor Urusan Agama (KUA) dapat terus melakukan inovasi untuk melahirkan solusi jangka panjang. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara pada kegiatan Verifikasi Lomba Video Pendek Layanan KUA di Masa Pandemi Covid-19, yang digelar di Hotel Pesona Alam, Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10).
"KUA dituntut untuk terus melakukan inovasi dan cara pandang yang visioner," katanya.
Fuad mencontohkan, bonus demografi yang saat ini tengah dirasakan oleh Indonesia akan mengalami pelandaian di masa mendatang.
"Kurva bonus demografi itu, pada waktunya nanti akan melandai, dimana penduduk berusia tua kemudian akan lebih dominan. KUA harus bisa membaca dampak dari hal tersebut terhadap ketahanan keluarga," ujarnya.
Ia melanjutkan, "Pada saat kurva tersebut melandai, apakah kehidupan keluarga akan terdampak, seperti fenomena anak yang menitipkan orang tuanya di panti-panti jompo, tergerusnya ruang kehidupan keluarga yang sakinah, dan sebagainya, ini semua harus diantisipasi dari saat ini," pesannya.
Ia mengakui, masih cukup banyak pekerjaan rumah terkait KUA yang perlu diselesaikan. "Untuk mencapai hal tersebut, tentu diperlukan dukungan fasilitas sarana prasarana dan kualitas SDM yang baik, ini yang harus sama-sama kita perbaiki," tuturnya.
(Ska/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



