Kegiatan tersebut diikuti tiga ribu lebih peserta secara daring dan luring, yang terdiri dari Penyuluh Agama Islam, remaja masjid, pemuda-pemudi Ormas, pegiat astronomi dan ilmu Falak, serta pegiat media sosial (Medsos).
Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, saat ini, terjadi kontestasi di media sosial terkait perebutan otoritas keagamaan, dan para pegiat Medsos turut berperan aktif dalam memenangkan kontestasi tersebut. Karenanya, Dirjen mendorong pegiat Medsos agar dapat hadir dan berupaya memperkenalkan ilmu hisab rukyat di berbagai platform digital.
“Pengetahuan tentang hilal pada dasarnya adalah wajib, karena sebagai umat Islam, sebagian besar ibadah bergantung pada posisi bulan, termasuk mengatur kapan waktu berpuasa, perayaan Idulfitri, Idul Adha, haji, dan waktu salat,” terangnya, Jumat (8/3/2024).
Dengan keterlibatan aktif para pegiat Medsos, imbuhnya, diharapkan pesan-pesan penting terkait penentuan awal bulan hijriah dapat disampaikan lebih luas dan efektif kepada masyarakat.
“Antusiasme dari para pegiat Medsos ini luar biasa. Dalam tiga hari sejak pendaftaran dibuka, telah tercatat lebih dari tiga ribu enam ratus pendaftar, termasuk di antaranya yang memiliki jumlah pengikut (followers) mencapai ratusan ribu,” ujar Dirjen.
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam, Adib dalam laporannya menyampaikan, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberi pemahaman yang cukup bagi Gen Z Muslim tentang proses Sidang Isbat dalam menentukan awal bulan Kamariyah, terutama awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
“Meskipun tidak mendalam, namun setidaknya di kalangan milenial dan Gen Z, pemahaman bahwa di dalam agama Islam terdapat mekanisme penentuan waktu ibadah menggunakan hisab dan rukyat dapat terbentuk,” ucapnya.
Selain itu, Adib juga menyebut, kegiatan ini digelar untuk membangun kesepahaman bersama tentang pentingnya memberi layanan kepada masyarakat terkait ibadah waktu salat, puasa, lebaran, dan lainnya yang membutuhkan ilmu astronomi Islam.
“Dengan pengetahuan yang diberikan, kita berharap agar muncul semangat untuk terus menyebarkan pengetahuan ini di tengah masyarakat,” tandas Adib.
Wcp/Mr



