“Pada Rakornas ini, kami fokus pada agenda transformasi layanan keagamaan yang otoritatif, berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat luas, dalam rangka untuk membangun ekosistem moderasi beragama yang ekspansif dan implementatif,” kata Ahmad Zayadi, Direktur Penais, pada Kamis (28/02/2024) pagi.
Zayadi mengatakan, dalam menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat seperti saat ini, membangun ekosistem moderasi beragama merupakan hal yang sangat penting.
Karena itu, semua elemen masyarakat harus mengedepankan sikap toleran, menjauhkan diri dari kekerasan, menghargai kearifan lokal, dan berlandaskan pada nilai-nilai kebangsaan.
“Rakornas juga menjadi momentum untuk meneguhkan fondasi politik kebangsaan. Melalui sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta kerukunan serta keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi tantangan global menuju Indonesia emas 2045," ungkapnya.
Ia menjelaskan agenda Rakornas Penais tahun 2024 diawali dengan Pelepasan Dai’ untuk program dakwah di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan Launching Buku Ensiklopedia Seni Budaya Islam di Nusantara Jilid I dan II.
Selain itu, ada tiga program prioritas yang akan dibahas bersama, yakni pertama, implementasi penguatan Kampung Moderasi Beragama; kedua, peningkatan Pengiriman Dai di Wilayah 3T; dan Penguatan Majelis Dai Kebangsaan.
“Untuk menyukseskan program yang berdampak langsung di kehidupan beragama tersebut, kami akan mengkoordinasikan rencana aksi tiga program prioritas ini dengan berbagai stakeholders, mulai dari kementerian/lembaga negara hingga Kemenag daerah,” jelas Zayadi.
Pada kesempatan ini, Direktorat Penais juga akan bersinergi terkait program-program khusus selama bulan suci Ramadan dengan lembaga mitra, seperti Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), Majelis Da’i Kebangsaan (MDK), Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), lembaga penyiaran TV dan Radio.
Pihaknya berharap, pembahasan Rakornas ini menghasilkan rumusan dan rencana aksi yang konkret agar segera diimplementasikan bersama menjadi layanan keagamaan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat luas.
“Harapan kami, hasil Rakornas adalah menu layanan keagamaan yang terbaik bagi masyarakat. Apalagi menghadapi bulan suci Ramadan, mari bersama-sama hiasi setiap pikiran dan gerakan kita dengan kebaikan, kebenaran, dan keindahan,” pinta Zayadi.
Rakornas ini dihadiri oleh beberapa narasumber, antara lain: Staf Khusus dan Staf Ahli Menteri Agama; Dirjen Bimas Islam; Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan, BAPPENAS; Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum, Kemendagri; Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa Ditjen Pembangunan Desa dan Pedesaan.
(Penais)
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



