Jambi, Bimas Islam -- Gelaran STQH Nasional XXVII Jambi memasuki hari ke-6. Selain memperkenalkan ragam kuliner khas Jambi, STQH juga memberi kesempatan bagi provinsi ini untuk memamerkan keindahan batik dengan motif khasnya, salah satunya adalah motif Angso Duo.
Angso Duo, bukan hanya sekadar motif batik. Kekhasannya mengakar dalam legenda yang melekat erat dengan masyarakat Jambi. Legenda yang menceritakan tentang sepasang angsa yang menuntun Putri Mayang Mangurai dan Orang Kayo Hitam dalam pencarian tempat tinggal. Kedua angsa itu dilepaskan di Sungai Batanghari, menandai tempat penting dalam sejarah berdirinya kerajaan Muaro Jambi.
Helmayani, anggota Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranas) Jambi, menjelaskan, keberadaan Angso Duo juga tercermin dalam desain panggung utama di Arena STQH, yang memiliki sayap pada setiap sisinya.
“Upaya ini merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi untuk memperkenalkan watak masyarakat Jambi yang menyayangi binatang,” ungkapnya kepada wartawan Bimas Islam, Jumat (3/11/2023).
Angso Duo menegaskan bahwa keberadaan hewan ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya melestarikan ekosistem alam dan menjaga kelestarian makhluk hidup yang sejalan dengan nilai-nilai agama.
“Al-Qur’an menuntun kita untuk menjaga ekosistem alam dengan menyayangi binatang,” pungkas Helmayani.
Wcp/Mr



